oleh

Bupati Harus Tegas Copot Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual

Clickadu
BUPATI BELTIM HARUS BERTINDAK,
COPOT OKNUM GURU DARI KEPALA SEKOLAH,
 DIDUGA PELAKU PELECEHAN SEXUAL
Wakil Bupati Beltim Burhanuddin,” saya sudah panggil pak hartoyo agar pelantikan saudara Hamzah sebagai kepala sekolah segera di evaluasi ” 
 Sangat disayang oknum guru diduga pelaku pelecehan yang sudah mengakui dan meminta maaf kepada korban dan sudah jelas melanggar Peraturan Pemerintah RI Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS,tidak masuk kerja lebih dari 2 bulan berturut turut masih dilindungi oleh Kepala Dinasnya melalui Kabid Dikdas,seolah olah tidak pernah melakukan kesalahan, ada apa ya ? seperti kata : Suhartini S.Pd. SD Kabid Dikdas,” Kenapa pak Hamzah kita prioritaskan menjadi kepala sekolah disana ? Sebab pak Hamzah telah mendapatkan Penghargaan dari Presiden, Pengangkatan pak Hamzah sebagai kepala sekolah adalah tanggung jawab kami selaku team Baperjakat,” 

Beltung Timur. Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Drs. Iswanda di Kantornya kepada Wartawan mengatakan,” berdasarkan berkas yang disampaikan oleh LSM Lintar Beltim tanggal 10 Oktober 2016 mengenai kasus dugaan percobaan / pelecehan seksual yang disampaikan kepada Ibu Halifah dan ditembuskan oleh BPMPD kepada Kepala Dinas Pendidikan pada tanggal 11 Oktober 2016, menurut saya Pak Hartoyo jadikan berkas surat kesepakatan bersama No : 01/TGK/X/2016 dibuat di Tanjung Kelumpang pada tanggal 07 Oktober 2016 bahan pertimbangan tapi ternyata seakan-akan ini tidak ada persoalan. “Kalau dari sudut pandang secara etika memang tidak diperbolehkan dan itu jelas sudah melanggar etika namun dibalik itu kami selaku P2TP2A hanya bisa memfasilitasi untuk melakukan mediasi dan pertemuan, setelah proses ini kita serahkan ke PPA di Polres, hasil di Polres itu akan dilengkap untuk diproses, tugas kami disini cuma menyampaikan kepada mereka inilah sebetulnya hasilnya. Asumsi saya memang secara etika memang salah dan melanggar, apalagi dengan adanya embel-embel adalah seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil . Setelah berkas-berkas saya pelajari dan saya lihat mungkin ternyata dari pihak keluarganya ada damai saya tidak tahu, kalau sudah damai artinya bukan lagi dikami, hanya laporan ini kami buatkan lagi dalam hasil laporannya kita sampaikan ke instansi induk yang bersangkutan, dari sejak surat penyampaian berkas kasus percobaan pelecehan seksual ini dibuat pada tanggal 11 Oktober 2016 hingga terjadinya pelantikan yang bersangkutan, saya selaku kepala badan saja tidak tahu bahwa pada tanggal 28 oktober 2016 yang bersangkutan direkomendasikan untuk menjadi kepala sekolah, kalau biasanya pelantikan itu memang kewenangan dari Kepala Dinas diserahkan perpanjangan tangan dari Bupati namun bisa saja didalam pelantikan itu yang bersangkutan bukan dilantik jadi kepala sekolah tapi pertanda tanganan pemutasi, ini yang belum kita kelirkan karena saya belum kontak ke Pak Hartoyo seperti apa? saya sependapat dengan kawan-kawan LSM harusnya saudara Hamzah ditangguhkan dulu, saya tidak lagi punya kewenangan disitu,” Jelas Iswandi

 “ Tetapi interpensi kami adalah menyampaikan rekomendasi, surat yang kami sampaikan kepada dinas pendidikan seharusnya menjadi bahan pertimbangan pada saat itu, pada saat bapak hartoyo tidak menghiraukan dan tidak melihat surat yang kami sampaikan ini, kita tanda tanya ada apa persoalan ini ? karena jika yang bersangkutan tetap diangkat jadi kepala sekolah ini tidak bagus dipandang, sebab menyangkut seorang guru yang diguguh dan ditiru, Jika masalah ini tidak ditangguhkan ini menyangkut karir seorang pemimpin, walaupun yang bersangkutan sudah masuk proses damai dan terjadi pemaafan tapi sebagai karir guru belum layaklah yang bersangkutan untuk jadi seorang pemimpin di kalangan guru khususnya kepala sekolah, Ini yang perlu dipelajari dan ditangguhkan dulu la. Saya memang belum sempat konfirmasi ke dinas pendidikan ataupun ke dinas BKD, dengan hal seperti ini sehausnya Bupati dan Wakil bupati harus tahu dan biasanya ketika Pak Wabup terima laporan dari kawan-kawan LSM dan Wartawan langsung direspon dan pak Wabup pasti memahami ini dimana titiknya temunya, saat ini saya belum dikontak pak Wabup artinya pak wabup mungkin sudah memahami bahwa kasus ini sudah di dinas pendidikan, bisa saja pak wabup sudah kontak dengan pak Hartoyo. Rekomendasi yang kami sampaikan tanggal 11 oktober 2016 tentang penyampaian berkas kasus percobaan pelecehan seksual dengan nomor : 411.44/684/BPMPD-111-2016 kepada Dinas Pendidikan harusnya ditindak lanjut, dan yang bersangkutan di beri sanksi rekomendasikan jadi kepala sekolah dibatalkan,” Ungkap Drs. Irwandy dengan tegas. Suhartini.S.Pd.SD, kabid dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur ketika ditemui sekretaris LSM Lintar sukardi dan wartawan mengungkapkan,” bahwa benar ada pelantikan kepala sekolah dilantik pada tanggal 28 oktober 2016 pukul 14.00 wib di SMA Pergib, guru yang dilantik adalah guru-guru TK, SD, SMP, sekitar 30 guru. Yang melantik kepala sekolah adalah Kepala Dinas Pendidikan Beltim berdasarkan SK Bupati, kebetulan punya sekolah baru yang selama ini berada di pulau batu yang semula dari SD 4 simpang pesak dan satunya lagi di pulau Ketapang SD 5 simpang pesak,”Jelas Suhartini. Ketika sekretari LSM Lintar sekardi menanyakan apakah saudara hamzah benar sudah di mutasi ? kemudian dijawab oleh ibu suhartini,” tidak, siapa yang dimutasi, setahu saya yang saya terima dari keputusan kesepakatan itu tidak terindikasi, pendapat saya surat surat kesepakatan bersama itukan tidak ada terindikasi bahwa pak Hamzah ini melakukan tindak pidana ? Kenapa pak Hamzah kita prioritaskan menjadi kepala sekolah disana ? Sebab pak Hamzah telah mendapatkan penghargaan dari Presiden, Pengangkatan pak Hamzah sebagai kepala sekolah adalah tanggung jawab kami selaku team Baperjakat, ungkap Suhartini, S.Pd. SD Kabid Dikdas. Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin ketika ditemui wartawan secara singkat mengatakan, “ saya sudah panggil pak hartoyo agar pelantikan saudara Hamzah sebagai kepala sekolah segera di evaluasi, ungkap pak wabup ( Tim)

Clickadu

Komentar

News Feed