oleh

Proyek Jalan Antar Desa di Desa Simpang Renggiang Terhambat PT. GALIH RAHAYU SANTOSO KENA SP.III

-Berita-13 views

Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831
Clickadu


PROYEK JALAN POROS TRASPORTASI ANTAR DESA DI SIMPANG RENGGIANG 
TERLAMBAT, PT. GALIH RAHAYU SANTOSO KENA SP.III ?
Pembangunan jalan Poros Transportasi Pedesaan Antar Desa di Kec.Simpang Renggiang Kena SP di karenakan keterlambatan dari Progres rencana sebesar 32,746%(minus), SP II dari PPK pada tanggal 1 November 2016
Kepada PT.Galih Rahaya Sentosa.
Belitung Timur. Robby Yanuar,SE Kepada Wartawan menjelaskan,”  bahwa sebelum saya meluncurkan surat peringatan pertama kami udah pernah meninjau kelapangan, sejak PT.Galih Rahayu Sentosa melakukan penandatangan kontrak pada tanggal 20 Juli 2016 hingga tgl 13 September 2016 ternyata belum juga adanya aktifitas/kegiatan, dengan nilai tender yang di menangkan oleh PT Galih Rahayu Sentosa tersebut, sangat Jauh perbandingan dengan yang ditawarkan dalam ULP, Nilai yang sebenarnya adalah sekitar kurang lebih 5 Milyar sedangkan nilai yang di tawarkan oleh PT Galih Sentosa Rp 3.831.921.000 inikan jauh sekali dan tentunya saya sebagai PPK tidak mungkin menginterpensi mereka sebab yang punya kuasa disitu ULP selaku pelaksana tender.
Sejak penandatangan kontrak nomor:01/SPPK/JL.3/DAK/DCKPR/2016 tanggal 20 juli 2016 hingga tgl 13 Seprtember saya dengan tim melakukan peninjauan dilapangan, ketika kami meninjau kelapangan dan hasilnya kami tidak menjumpai adanya kegiatan aktifitas/kegiatan kontraktor untuk pekerjaan yang di maksud, peringatan pertama kami kirim Kepada PT Galih Sentosa pada tanggal 16 September, pada tanggal 31 September 2016 kami menerima Surat Peringatan yang tertuju kepada PT. Gali santoso oleh CV.BES CONSULTANT dengan nomor :02/BES-BELTIM/X/2016 perihal instruksi keterlambatan pekerjaan terkait pelaksanaan pembangunan jalan poros transportasi pedesaan antar Desa Dalam Kec.Simpang Renggiang dengan progress fisik terlambat 32,746% dan sesuai data yang kami himpun.untuk menindak lanjuti surat dari CV.BES CONSULTANT tersebut tgl 1 November 2016 kami luncurkan Surat SP II kepada PT Galih Rahayu Sentosa, untuk memastikan keterlambatan Progress fisik tersebut, pada  tanggal 2 Nopember 2016 kami beserta pak Wakil Bupati turun kelapangan melakukan peninjauan ulang dan hasilnya kontraktor baru pada tahap pembukaan jalan, baru sedikit pekerjaan penimbunan dan pembuatan plat Dulker, berdasarkan hal tersebut untuk menghindari keterlambatan yang semakin parah kami selaku Penanggung Jawab Kegiatan memberi peringatan sekaligus instruksi dan saran sebagai berikut: 1.Kontraktor harus segera membenahi manajemen kerja di lapangan,baik penggunaan alat maupun tenaga. 2.menambah jumlah pekerja,dan bila perlu menambah jam kerja(lembur)mengingat waktu pelaksanaan pekerjaan hanya tersisa _+ 30 hari( s.d tanggal 09 desember 2016). 3.Selalu berkoordinasi dengan konsultan supervise terkait masalah teknis pekerjaan di lapangan.saya beri waktu seminggu terhitung dari minggu ini hingga minggu depan jika progress ini tidak ada perubahan dari tgl 22 november 2016 – tgl 29 November 2016 maka kami akan keluarkan Surat Peringatan III,” Ungkap Robby yanuar,SE Selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK)
Sukardi Sekretaris LSM Lintar Beltim mengatakan,” PT.Galih Rahayu Sentosa spektakulker berani melakukan penawaran yang menurut Robby yanuar,SE Selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) tidak masuk diakal, ini ada indikasi tidak beres, mungkin mau cari nama,biar tekor asal kesohor, kami dari LSM berharap PPK bersikap tegas, inikan sudah lewat batas harus ditindak tegas,kalau perlu segera dibawa  ke jalur hukum, sebenarnya bukan pekerjaan itu saja ada pekerjaan lain lainnya yang diduga dikerjakan asal asalan contohnya peningkatan jalan di Desa Dukung Kecamatan Simpang Pesak beberapa waktu lalu sempat terjadi komplin, berdasarkan foto foto yang kami dokumentasikan pembuat talud dllnya diduga tidak sesuai RAB,sekarang mungkin masih proses perawatan,” ungkap Sukardi (Sumber Marsidi sidik) Hendri Yadi.
Clickadu

Komentar

News Feed