oleh

DIDUGA PT. DIKA YOGA TAMA BELTIM KIRIM PASIR MELALUI PELABUHAN ILEGAL

Clickadu
DIDUGA PT. DIKA YOGA TAMA BELTIM
KIRIM PASIR MELALUI PELABUHAN ILEGAL

Cabut izin PT. Dika Yoga Tama, diduga selama memiliki IUP Pasir tidak pernah menambang sendiri tetapi di sub kan lagi kebeberapa perusahaan lain, atau perorangan sehingga, izin PT. Dika Yoga Tama selama ini duga hanya mengambil fee dari hasil IUPnya ,melanggar aturan dengan menggunakan pelabuhan illegal, dan diduga dengan memberikan pungli kepada oknum oknum atau pejabat tertentu, Tim Saber Pungli Beltim harus segera turun tangan.

Sekretaris LSM Lintar Belitung Timur Sukardi menyesalkan sikap perusahaan pasir yang katanya milik Pak Candra diduga melakukan pengiriman pasir tidak sesuai prosedur, Kegiatan Penambangan pasir di Desa Batu Itam Dusun Batu Batu Air Kecamatan Simpang Pesak Belitung Timur yang dilakukan oleh PT. Yoga Tama selama ini diduga menggunakan Pelabuhan illegal karena pelabuhan milik PT.Mundo tersebut sudah beberapa tahun tidak diperpanjang lagi izinnya, sementara pengiriman pasir ke Jakarta tidak pernah putus dari mana mereka dapat izin pengiriman pasirnya ? kami sudah beberapa kali turun kelapangan dan bertanya kepada Kades Batu Itam tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut,” ungkap Sukardi.
“ Setahu saya selama PT.Dika Yoga Tama melakukan penambangan pasir di Dusun Batu Air, hanya di Subkan kepada perusahaan lain atau beberap orang, mereka menambang silih berganti diantaranya seperti,nyamloi,afu, johan , dan sekarang yang baru menambang sekitar dua bulanan penanggung jawab/pengawas lapanganya Alung orang Bangka dan semua pekerjanya orang luar Dusun Batu Air, mereka menambang bukan didarat tapi dikolong/ di air dengan menggunakan rakit dan mesin penghisap pasir, selama kurang lebih dua bulan sudah melakukan pengiriman sebanyak 4 tongkang dan pengiriman ini diketahui oleh Kepala Desa Batu Itam tapi tidak dapat berbuat apa apa, beliau tidak mau berbenturan dengan BPD, karena orang kepercayaan Pak Candra pemilik PT.Yoga Tama adalah salah seorang anggota BPD Desa Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak.
“ tanggal 11 Februari lalu kami kelokasi, dan mendapat informasi dilapangan, bahwa sekitar tgl 9 februari hari kamis siang tiga orang dari Dinas Perhubungan Beltim, kepelabuhan tempat pengiriman pasir dan informasi yang kami dapat mereka bertanya tanya pelabuhan tidak ada izinnya kenapa bisa mengirim pasir ,“ jelas Sukardi
“ saya heran dengan Pejabat Beltim yang berwenang dengan pelabuhan apakah mereka tidak tahu, apakah mereka tahu tapi tutupmata, atau ada sesuatu yang terjadi sehingga mereka pengusaha pasir dapat mengirim pasir dengan lancar di pelabuhan tersebut, atau apakah pelabuhan tersebut sudah ada ijin baru ? setahu saya sampai saat ini belum ada izin, kami dari LSM Lintar berharap pihak pihak terkait turun kelapangan ada apa dibalik semua ini. “ terang kardi panggilan akrab sekretaris LSM Lintar Beltim.

Wartawan coba konfirmasi dengan pemilik IUP Sdr.Candra melalui sms sebanyak 2 kali, diterima tapi tidak ada balasan.

Wartawan juga coba konfirmasi kepada pengesub dengan pengawas lapangannya yaitu Sdr. Alung melalui sms sama juga tidak ada balasan. ( Tim )

Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed