oleh

SEJUMLAH SOPIR ADUKAN PT. PEDULI BANGSA

Clickadu


SEJUMLAH SOPIR ADUKAN PT. PEDULI BANGSA
KE DINAS KUMKMPTK BELITUNG

Sudah 2 kali pertemuan antara beberapa sopir dengan perwakilan perusahaan belum tercapai kata sepakat,karena pihak perusahaan PT. Peduli Bangsa merasa mereka sekarang adalah managemen baru dan mencoba mencari solusi yang terbaik.
Pada pertemuan pertama pada tanggal 17 Februari 2017 dari hasilpertemuan tersebut dari risalah klarifikasi perselisian Hubungan Industrial yang dikeluarkan oleh Dinas KUMKMPTK Kab. Belitung yang ditanda tangani oleh Mediator Hubungan Industrial Leris I.P. Siamjuntak, SH di ketahui keterangan/pendapat pekerja bahwa tgl 5 Januari 2017 pekerja menerima gaji dan dari pihak managemen mengatakan bahwa sistim pekerja dirubah dari karyawan tetap menjadi freelance,maka akan dibayar pesangon sesuai dengan prosedur ketenagakerjaan, para pekerja sepakat untuk off dan minta dibayar pesangon,pesangon yang ditawarkan oleh pihak perusahaan sebesar Rp.750.000,-, gaji pokok Rp,750.000,-, SK PHK tidak ada, gaji terakhir dibayar di bulan januari,para pekerja pernah menanda tangani perjanjian kerja dengan masa percobaan 3 bulan,pekerja sepakat untuk dibayarkan pesangon sesuai undang undang ketenagakerjaan,belum pernah melaksanakan bipartite.
Namun dari keterangan/pendapat pengusaha dari managemen yang baru yang diwakili oleh sdr. Hakim mengatakan status karyawan adalah karyawan lepas, dan pihak perusahaan menawarkan uang pisah sebesar Rp.1,5 Juta.
Pihak Mediator mendengar penjelasan pihak perusahaan merasa bingun mereka menanda tangani perjanjian kerja tapi tidak diketahui statusnya dan dikatakan karyawan lepas oleh pihak perusahaan managemen baru,tapi mediator menyerahkan perselisian ini kepada kedua belah pihak untuk bernegosiasi mencari solusi yang terbaik.
Robet didampingi rekan rekannya mengatakan, “ keputusan yang diambil oleh managemen lama yaitu sdr atak itukan mewakili PT.Perduli Bangsa dan tidak mungkin pihak perusahaan tidak tahu sepak terjang atak, kok sekarang kami ditelantarkan digantung tanpa diberi gaji, kami berharap pihak Perusahaan yang diwakili oleh Sdr.Hakim bersikap bijaksana dan menyelesaikan permasalahan, tanpa harus mencari kesalahan managemen lama, kami minta status kami jelas dan kami tetap pegang omongan atak,kami tetap off dan cairkan pesangon kami, laksanakan sesuai undang undang yang berlaku,” tegas Robet.

Dalam pertemuan kedua pada tanggal 21 Februari 2017 setelah mendengan keterangan dan penjelasan dari mediator Hunbungan Industrial dalam risalah klarifikasi perselisian hubungan industrial bahwa keterangan/pendapat pekerja yaitu sepakat untuk dibayar pesangon sesuai dengan undang undang ketenagakerjaan karena adanya pengalihan dari perjanjian kerja PKWTT menjadi PKWT dan dari keterangan/pendapat pengusahan siap berkoordinasi dengan pihak managemen mengenai besaran pesangon akibat adanya pengalihan perjanjian kerja dari PKWTT menjadi PKWTT dan arahan mediator akan ada mediasi ketiga pada hari rabu tanggal 1maret 2017 pukul 09.00 di KUKMPTK Kab. Belitung.

Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed