oleh

Mensos Khofifah Kunjungi Belitung Timur

Clickadu


Menteri Sosial RI KhofifahIndar Parawansa tiba di Posko Bencana Banjir Belitung Timur di Kantor Camat Manggar, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 11.00 WIB,Ia datang bersama rombongannya.
Kedatanganya tersebut berlangsung tepat pada hari ke lima Bencana Banjir Beltim. 
Mensos Khofifah datang bersama Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah dan jajarannya, rombongan tersebut kemudian disambut oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza dan jajarannya.
Mengenakan kemeja panjang putih, Khofifahlangsung menyalami warga terdampak banjir.
“Apa kabar, Ibu. Sehat ya?” kata Khofifahsaat menyalami warga.
Bupati Yuslih kemudian menyatakan apresiasinya atas kedatangan Menteri Khofifah saat Beltim sedang berduka.
Menurutnya, bencana alam ini juga tak lepas dari ulah manusia dan tugas berbagai pihak adalah mendidik masyarakat bagaimana menghadapi bencana. “Efeknya sama membuat penderitaan rakyat,” kata dia.
Yuslih mengatakan, bencana Beltim diawali pada Jumat 14/7/2017  dengan munculnya angin kencang di hampir seluruh kecamatan. Saat ini ada 14 posko yang tersebar di berbagai titik di seluruh kecamatan yang ada di Beltim.
Yuslih melaporkan, per Minggu (16/7) terdata 3600 pengungsi di seluruh Beltim. Hingga Kamis (20/7/2017) ini jumlah pengungsi dinyatakan terus berkurang. “Jumlah pengungsi yang ada saat ini tinggal 352 jiwa (di Kecamatan Gantung), dan ini terus mengalami penurunan karena kondisi membaik,”ujarnya.
“Korban jiwa 1 orang karena terseret arus,” kata Yuslih.
Yuslih mengapresiasi kerja keras para ralawan selama masa tanggap darurat bencana alam banjir di Beltim ini.
Pada kunjungannya ke Posko Bencana Kantor Camat Manggar, Kamis (20/7/2017), Menteri Sosial RI Khofifahmengajak berbagai pihak memanjatkan doa untuk almarhum Firman (15), siswa SMP di Kecamatan Manggar yang menjadi korban jiwa selama masa Darurat Bencana Banjir Beltim.
Almarhum Firman meninggal dunia karena terseret arus deras saat memeriksa pukat bersama ayahnya di Kulong EB, belakang SMA Pergib Manggar, Minggu (16/7/2017) lalu, jasadnya ditemukan sekitar 2 hari kemudian.

“Saya mohon doa dengan ikhlas berikan doa untuk almarhum Firman,” ujar Khofifah.
Pada kunjungannya ke Beltim, Khofifahjuga menyerahkan bantuan total senilai Rp 818,6 juta berupa logistik, mie instan, peralatan kebersihan secara simbolis.
Bantuan diketahui telah disalurkan bertahap hingga hari ini. Termasuk santunan ahli waris kepada almarhum Firman sebesar Rp 15 juta.
Pada kunjungannya tersebut, dia menyampaikan empatinya terhadap bencana banjir Beltim.
“Saya yakin ujian ini diturunkan sesuai dengan kemampuan bapak ibu. Tidak akan Allah turunkan di luar kemampuan kita,” ujarnya.
Menurut Khofifah, bencana serupa juga terjadi di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah karena perubahan iklim yang tidak mudah diprediksi.
“(Bencana Banjir) Beltim cukup luas dan relatif lebih parah. Sama dengan yang di Kalteng,”
“Saya baru meresmikan rumah relokasi (akibat banjir) di sana (Kalteng) ternyata sudah bencana banjir,” kata Khofifah.
Menurut dia, perencanaan tata ruang wilayah di Beltim perlu dikaji kembali oleh pihak-pihak terkait.
Dia juga menjelaskan bahwa Kemsnsos RI punya program kampung siaga bencana, dan Pemkab Beltim diminta bisa merekomendasi titik lokasi untuk didirikan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Dinilai perlu kesiapsigaan di masa mendatang karena berdasarkan data BNPB, kata dia, terdapat 323 kabupaten kota yang berisko tinggi terjadi bencana. BNPB
“Disitu memungkinkan adanya buffer stok, kesiapan infrastruktur dan buffer stok sebagai kesiap-waspadaan termasuk peralatan rescue,” katanya.
“Tagana ini selalau saya pesankan, dalam waktu satu harus sudah sampai di tempat kalau terjadi bencana,” ujarnya lagi.
Khofifah juga meminta Pemkab Beltim segera menyampaikan data warga terdampak guna mendapatkan jaminan hidup paling lama sebelum tanggal 28 Juli (masa tanggap darurat bencana.
“Saya mohon kalau bisa dalam waktu tidak terlalu lama. Kalau bisa sebelum 14 hari kami sudah mendapatkan data warga masuk kategori yang mengalami kendala dalam melanjutkan hidupnya,” kata Khofifah.  Sumber : Website POSBELITUNG.COM
Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed