oleh

Sengketa Lahan Warga Tanjungbinga vs PT Belpi Masuk Ranah Hukum PK

Clickadu


Prosesi persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim Djuanto, SH dan dua hakim anggota masing-masing Syaeful Imam,SH dan Mahendra Adhi Purwanto SH digelar diruangan utama Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (20/7/2017).

Pantang menyerah, setidaknya itulah yang diperlihatkan kelompok masyarakat Desa Tanujungbinga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung (Ajuin) dkk dalam memperjuangkan hak atas tanah mereka yang bersengketa dengan PT Bukit Intan Permai (Belpi) yang bergulir sejak tahun 2015 lalu.
Betapa tidak, meski upaya banding mereka dikandaskan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bangka Belitung dengan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, kini (AJUIN) dkk dan H.Muhdi Syafii mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia atas Putusan Pengadilan Tinggi Bangka Belitung No: 05/Pdt.G/2016/PT.BBL tanggal 25 Juli Juncto Putusan pengadilan Negeri tanjungpandan Nomor: 13/Pdt.G/2015/PN.TDN tanggal 13 Desember 2015.
Proses permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung itu kini telah disidangkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan dan sudah memasuki tahap akhir apakah dua bukti baru (novum) yang diajukan oleh pemohon dapat dijadikan Pembanding dalam syarat PK yang akan diajukan ke Mahkamah Agung.
Dalam prosesi persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim Djuanto, SH dan dua hakim anggota masing-masing Syaeful Imam,SH dan Mahendra Adhi Purwanto SH digelar diruangan utama Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (20/7/2017).
Pada sidang tersebut pihak pemohon (AJUIN dkk) yang diwakili oleh kuasa hukum dari Mart &partner, Lumumba Malau,SH sedangkan dari pihak termohon PT Belpi juga dihadiri kuasa hukumnya, Catur Prastyo Wibowo, SH dari Sihaloha &Co Law Firm.
Pada sidang tersebut kuasa hukum Ajuin dkk menghadirkan dua saksi terkait novum baru yang mereka ajukan dalam sidang saksi PK yang mereka ajukan. Novum baru yang mereka ajukan belum pernah masuk pokok materi perkara pada sidang sidang terdahulu. Sidang tidak berlangsung lama hanya berselang satu jam, ketua Majelis Hakim menutup proses persidangkan dan selanjutkan majelis akan mengambil kesimpulan apakah novum baru yang diajukan Ajuin dkk dapat dilanjutkan pada proses Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.
Menurut kuasa hukum Ajuin dkk,  Lumumba Malau,SH usai sidang kepada aksibabel.com mengatakan, dari dua novum(bukti baru) yang diajukan saat ini belum pernah dijadikan alat bukti pada saat persidangan terdahulu dan ini benar-benart bukti baru. Bahkan yang dihadirkan sebagai saksi pada persidangan ini merupakan ahli waris dari salah seorang pemilik lahan.
Sebab kata Malau, dasar untuk mengajukan PK pihaknya harus membuktikan bukti baru dan itu sudah kita ajukan. Bahkan menurut dia, bahwa dasar kepemilikan hak lahan atas tanah yang dimiliki pihak termohon (PT Belpi) itu berdasarkan empat sertifikat yang dimiliki termohon tersebut adalah cacat hukum.
Bahkan dari dua bukti (Novum)  baru itu tidak termasuk kedalam bahagian yang pernah dibebaskan oleh pihak termohon dan kita sangat meragukan kebanaran dari asal usul atas kepemilikan termohon karena tidak adanya pelepasan – pelepasan hak  pada masyarakat secara menyeluruh terhadap lahan lahan yang sudah diakui oleh termohon terhadap lahan kliennya berdasarkan empat sertifikat dimaksud.
“Empat sertifikat itu sudah di blokir oleh BPN dan perlu diketahui empat sertifikat yang dimiliki termohon itu sebenarnya sudah dicabut oleh Menteri Angraria pada tahun 2015 lalu. Jadi dengan dasar itulah pihaknya meragukan asal muasal kepemilikan atau dasar hak kepemilikan termohon,” papar Malau.
Sementara itu kuasa hukum termohon (PT Belpi), Catur Prastyo Wibowo, SH dari Sihaloha &Co Law Firm ketika dimintai keterangannya usai sidang tidak memberikan komentarnya dengan alasan belum ada izin dari kliennya untuk memberikan keterangan kepada media.
“Maaf-maaf mas, saya belum bisa memberikan keterangan kepada rekan-rekan wartawan karena belum ada izin dari klien,” ujarnyaCatur Prasetyo Wibowo secara singkat .
Untuk sekedar diketahui, mencuatnya sengketa lahan antara masyarakatat Desa Tanjungbinga Kecamatan Sijuk dengan PT Bukit Intan Permai (Belpi)yang berujung ke ranah hukum ini  bermula ketika pihak PT. Bukit Intan Permai (BELPI) menggugat Ajuin CS secara perdata di pengadilan Negeri Tanjungpandan Kabupaten Belitung pada 15 Juni 2015 lalu.(Reporter: Nasrul Rully/ Marsidi Sidik )

Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed