oleh

Candra “ Ya Pidanakan Saja Pak, Kalau Kami Salah “

Clickadu

Candra “ Ya Pidanakan Saja Pak, Kalau Kami Salah “
Ibnu “ Kami Ormas Laki rencananya Laporkan Pak Candra “
CV. DIKA YOGATAMA OLAH PASIR DENGAN POMPA HISAP TANPA REVISI UPL/UKL

Pengurus Lapangan CV. Dika Yogatama bersikeras perusahaan pasir yang dia urus sudah sesuai aturan, dan  sudah banyak berbuat untuk Pemda,  Desa dan Masyarakat,  dan tidak ada sedikitpun merugikan Negara ini, tapi fakta dilapangan diduga pengambilan pasir dengan menggunakan pompa hisap tidak sesuai prosedur dan belum ada UPL/UKL, Dinas  terkait diduga tutup mata, Pol PP Beltimpun tidak bisa menindaknya ada apa ? apakah mereka oknum oknum sudah tercemar limbah pasir CV. Dika Yogatama ?

Ketua LSM Lintar Belitung Timur Hendriyadi kepada wartawan mengatakan,” saya pernah konfirmasi dengan Pak Candra melalui WA pada hari jumat 11/08/20017 sekitar pukul 19.07 wib dan bertanya apakah pak candra sebagai direktur CV.Dika Yogatama,ternyata beliau katanya hanya sebagai pengurus lapangannya, dan saya menjelaskan bahwa kami dari LSM Lintar pernah investigasi dilapangan dan kegiatan tambang pasir yang dilakukan CV. Dika Yogatama menggunakan ponton/pompa hisap izin apa yang dimiliki selama kegiatan tersebut, apakah sistim perubahan izin lingkungan CV. Dika Yogatama sudah dimiliki oleh perusahaan bapak, sedangkan kami sudah konfirmasi dengan BPLHD Beltim CV.Dika Yogatama masih menggunakan izin lingkungan lama dan menurut pasal 36 ayat (1) yang berbunyi “ setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat (1) dipidana penjara paling singkat 1( satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp. I Milyar dan paling banyak 3 Milyar dan pasal 111 ayat (2)  UUPPLH, pasal 109 ayat (1) UUPPLH, kemudian saya bertanya kapan terakhir mengajukan perubahan izin lingkungan ke BLHD,dan beberapa pertanyaan lainnya, ada yang dijawab ada yang tidak,” ungkap Hendriyadi.

“ Sebenarnya menurut saya kalau berdasarkan undang undang dugaan saya CV. Dika Yogatama sudah melakukan pelanggaran, tapi tidak mau mengakui, dan kami juga sebenarnya bersama dengan organisasi massa Laki sudah berkoordinasi dengan BPLHD dan Pol PP tapi  sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya, ada apa sebenarnya dengan mereka ? kami akan terus mengungkap masalah ini kenapa CV.Dika Yogatama dengan leluas melakukan penambangan diduga tanpa prosedur tapi melakukan aktifitasnya,” ujar Hendri.

Candra selaku pengurus lapangan penambangan CV.Dika Yogatama menaggapai konfirmasi dari LSM Lintar cabang Belitung Timur dalam smsnya mengatakan,” Begini pak pertanyaan saya apa yang salah dengan sistim pengambilan pasir yang dilakukan oleh CV.Dika Yogatama ? maaf bapak mengatakan kita salah berdasarkan info dari pak Ibnu, yang tanda kutip kami tidak tahu ada maksud apa di balik itu, setahu saya CV. Dika Yogatama,tidak ada sedikitpun merugikan Negara ini, malah sebaliknya kami masih di Batu Air kami sudah berbuat cukup banyak, dan kami investasi disana juga memberikan kontribusi  buat pemda, Desa dan Masyarakat disana, dan apa yang kami lakukan tidak membuang limbah keluar lokasi, air limbah tetap kami kembalikan kelobang yang sama, dan kami sudah coba mengakomodir keinginan dari mereka supaya melakukan revisi UPL/UKL,kami sudah laksanakan walaupun belum selesai,karena ada beberapa berkas administrasi yang minta dilengkapi lagi, buku revisi sudah jadi dibuat oleh konsultan kami , tinggal dipresentasikan, ya pidanakkan saja pak kalau kami salah,apakah bapak sudah baca izin lingkungan CV. Dika Yogatama, apakah disana disebut bahwa kami wajib hanya melakukan pencucian pasir dengan sistim panglong,setahu saya disana disebut pencucian pasir dengan menggunakan alat escafator, pompa dan saringan pencuci dan air limbah disirkulasikan tertutup, dan sisitm yang kami lakukan sekarang juga menggunakan alat alat yang sama dan yang terpenting sirkulasi air limbah juga dilakukan tertutup ( Tidak keluar lokasi ), alat untuk pengambilan pasir yaitu pompa, bapak tanyakan saja ke BPLHD, apakah ijin lingkungan yang ada saat ini sah atau tidak,maaf saya ada tamu ,menurut saya apa yang saya jelaskan sudah cukup,”ungkap Candra.

KETUA ORMAS LAKI BABEL RENCANA LAPORKAN CANDRA

Berkaitan dengan komentar candra di WA ketika Ketua LSM Lintar Cabang Beltim melakukan konfirmasi dengan Candra selaku pengurus lapangan penambangan CV.Dika Yogatama yang menulis di WA” maaf bapak mengatakan kita salah berdasarkan info dari pak Ibnu, yang tanda kutip kami tidak tahu ada maksud apa di balik itu ”  membuat Ibnu ketua Ormas Laki Babel geram dan berencana membawa masalah ini kepihak berwajib, Ibnu mengatakan,” apa maksud sdr. Candra, saya tidak terima dengan kata kata tersebut,kami di organisasi  sebagai control social di masyarakat kalau melihat dilapangan terjadi kejanggalan apakah harus tutup mata, dan membiarkan kesalahan terjadi, kami bertindak berdasarkan temuan dilapangan bersama sama dengan LSM Lintar, jadi kami tidak mengada ngada, saat ini kami masih berkordinasi dengan pengacara kami di Jakarta apakah masalah ini akan dibawa ke ranah hukum atau tidak, karena jelas secara tidak langsung melecehkan saya, seharusnya sdr candra bersikap bijaksana, jangan terlalu sombong, saya tidak akan pernah takut dengan siapapun jangan ngomong sembarangan, kalau kami bergerak berdasarkan bukti dan informasi dari pihak pihak terkait yang pernah kami konfirmasikan,” ungkap Ibnu. ( Tim )

Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed