oleh

PT. GFI SOSIALISASI 140 HEKTAR LAHAN UNTUK TAMBANG PASIR SEMENTARA LAHAN SENGOR 200 HEKTAR DIDUGA TIDAK ADA IZIN TERLANTAR ADA APA DENGAN KADES TANJUNG KLUMPANG ?


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

PT. GFI sosialisasi lahan 140 Hektar untuk digunakan menambang pasir, sementara 200 hektar lahan sengon selama ini ditelantarkan dan pekerjanya terlantar, diduga ijinnyapun belum keluar, diduga ada permainan ingin menguasi lahan dengan kongkalikong dengan oknum Desa apakah ini benar ? Kejaksaan dan Polisi harus bertindak.
 Sekretaris LSM Lintar kepada Wartawan mengatakan,” Dugaan ada rencana pengalihan fungsi penggunaan lahan yang diklaim milik PT.GREEND FORESTY INDONESIA ( GFI ) mulai terlihat, karena PT. GFI pada tanggal 2 September 2018 di Balai Desa Tanjungklumpang disetujui oleh Kades untuk melakukan sosialisasi untuk mengelolah lahan tersebut untuk ditambang, walaupun keputusan akhir ada pada masyarakat, tetapi persetujuan sosialisasi oleh PT. GFI seharusnya tidak boleh dilaksanakan dulu karena selama ini perusahaan tersebut sudah menelantarkan lahannya yang telah ditanami sengon, itu sudah tidak sesuai dengan perjanjian mereka dengan pihak Desa dengan pinjam pakai 30 tahun, tapi baru beberapa tahun sudah ditelantarkan,dan dugaan sementara PT. GFI pun belum mengantongi ijin dari pihak pihak terkait, 200 hektar untuk lahan sengonpun ditelantarkan, sementara pekerja sampai saat ini diduga terlantar,kenapa pihak Desa Tanjung Kelumpang seolah olah tutup mata ? ada apa ya ? ”berdasarkan perjanjian dibawah tangan dengan pihak desa,  diduga izin HGU ke Bupati Beltim, belum disetujui, tapi ditanami pohon sengon setelah 5 tahun dilakukan Penjarangan dan berjalan setahun setelah itu,lahan tidak diurus lagi sampai sekarang, apakah kades Tanjung Kelumpang saat ini mengetahui atau menutupi kejadian yang sebenarnya  ? ,” ungkap Sukardi
Kades Tanjungklumpang Candra kepada wartawan melalui wawancara via handphone mengatakan,” memang pada tanggal 2  ada sosialisasi oleh groupnya pak afa,untuk mengelolah lahan itu, jadi saya Tanya dengan afa, gimana dengan lahan lahan yang kayunya masih aktif, mau dikelolah lagi apa tidak, tujuan awalnya di setujuikan untuk invenstasi dan lapangan pekerja untuk masyarakat, tapi kata pak afa itu lahan katanya tidak keluar ijinnya, itu bukan salah perusahaan,perusahaan sudah ngurus,karena jenis yang dimaksud itu komoditinya masih abu abu, berartikan solisinya bukan salah perusahaan, dimana solusi dari pemerintah daerah, sementara mereka sudah mendirikan pabrik berarti dukungan dari pemerintah daerah harus ada, kalau desa mencabut berarti desa tidak mendukung mereka dong,” ungkap Candra ( Ali Hasmara )

Komentar

News Feed