oleh

TANGGAPAN AGUS DARWIYANTO TENTANG POLEMIK HALAL DI BELITUNG


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

Agus Darwiyanto salah seorang Dokter Sub Spesialis Radiolog Intervensi Di RS Utama dalam postingan di facebook menanggapi polemic Halal Belitung mengatakan,”  Ada satu rumah makan  yang dua kali di periksa badan POM LPPOM MUI ditolak senamyak 2 kali itu karena kedapatan menyimpan babi dalam satu kulkas dengan bahan baku dua kali, 
Lalu dia mengajukan lagi dalam kurang tujuh hari dia langsung disetujui sertifikasi halalnya, hanya dalam waktu kurang dari tujuh hari,setelah itu diresmikan secara resmi ,mungkin saya tidak tahu,kenapa dia bisa mengundang para petinggi yang ada di Kabupaten itu hak dia, dan hebatnya lagi dia dijadikan sebagai Duta Halal oke itu yang dijadikan masalah, kenapa bisa dijadikan masalah karena selama ini LPPOM MUI tidak mensosialisasikan berapa standar  dia harus melakukan  sertifikasi halal tersebut  tidak semua orang bisa mendapatkan seperti itu,itu yang membuat menjadi tidak adil katanya katanya,kalau menurut saya sih itu hak konyol, harusnya LPPOM MUI bisa menjelaskan bagaimana cara mengurus sertifikasi halal selama 7 hari atau harus menunggu selama 3 bulan itu yang harus dijelaskan,standar itu yang tidak di jelaskan sama LPPOM MUI,  jadi itu yang dibutuhkan untuk kita saya juga mau dong pengurusan LPPOM MUI kurang dari 7 hari benar ngak ? tapi syaratmya apa,  kita fer aja kalau emang saya harus bayar mahal, ya ndak apa apa tapi harus resmi kalau kita harus bayar mahal lebih 2 kali lipat atau 3 kali lipat yang kita bayar tapi resmi o kamu akan dapat 7 hari kalau kamu bayar 5 kali lipat atau 10 kali lipat dari harga standarnya ya ngak apa apa tapi resmi,nah apakah itu sudah diumumkan belumkan ?,  ada beberapa orang sebagai alasan mengatakan bahwa kenapa rumah makan ini bisa diberikan karena itu sebuah icon di Belitung loh sekarang icon di Belitung siapa yang ngasih siapa yang menetapkan icon di Belitung, ini yang menjadi pertanyaan, situs sejarah saja yang dilestarikan itu membutuhkan suatu ketetapan dari Kepala Daerah bahwa ini ada situs bersejarah sama siapa icon yang menetapkan,  harus ada dong dari Dinas Pariwisata atau dari Pemda ini ingin menjadi icon Belitung atau dari organisasi masyarakat lainnya dan syaratnya apa menjadi iconik Belitung kan semua orang pasti mau menjadi icon Belitung benar engak ? syaratnya apa ? kita penuhi semua syaratnya ayo jadi semua bisa jadi icon Belitung buka dia saja,  apa syaratnya apa harus penjualan yang mahal, apa orang ke Belitung harus ini itu, sebut  aja apa syaratnya ndak ada yang salah kalau bisa dipenuhi kena enggak, kalau emang itu ya,oke sudah dua masalah yang belum terjawab,yang ketiga Jadi Duta Halal kok bisa diumumkan jadi duta halal apa syaratnya jadi duta halal kenapa dia diumumkan jadi duta halal, kemarin saya dapat informasi semua rumah makan yang sudah mendapatkan sertifikasi  halal menjadi seorang Duta Halal tapi tidak diumumin kok dia diumumin yang ini tidak diumumin apa standarnya  itu yang harus dijawab, karena semua orang pengen dong jadi duta halal munafik  kalau yang tidakada yang mau jadi duta halal, apa standarnya apa kopetensinya sebut, apalagi lucunya dia sudah 2 kali tanda kutip duta halal itu yang harus dijawab oleh LPPOM MUI, jadi solusinya adalah LPPOM MUI harus mensosialisasikan secara tertulis,  secara tertulis bahwa ini loh standarnya bukan dijawab  bahwa rumah makan ini sudah mengajukan dari bulan januari 2 kali kita tolak dia mengajukan lagi kita bisa sahkan, apa standarnya jadi jawaban direkturnya kemarin ada di media, sekarang ada di media saya rasa jawaban tidak menggambarkan dan solusi dan saya yakin akan menimbulkan polemik baru lagi yang lebih tidak etis yang hanya memperkeruh suasana  jadi saya hanya menyarakan kepada direktur ataupun LPPOM MUI mana standar anda sebut aja standar anda, kalau andak bertindak tanpa standar jadi anda yang harus di efaluasi  atau lembaganya,” ungkap Agus Darwiyanto

Komentar

News Feed