oleh

MASYARAKAT TANJUNGTINGGI TOLAK PEMINDAHAN JALAN OLEH PT. RANATI ?


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831
Clickadu

Secara etika jalan yang sudah dilalui sekian puluh tahun bahkan mungkin ratusan tahun seharus tidak di pindahkan apapun alasannya, Kalau kepercayaan / adat belitung pindahkan jalan yang sudah di lalui dalam jangka waktu lama akan ada masalah besar dimasyarakat sekitarnya,  dimana yang pasti ada buka jalan tidak akan ada tutup jalan, tutup jalan berarti tutup.
Ilustrasi
Dilihat dari sejarah waktu Belitung mau menjadi daerah wisata pada tahun 1991 dilakukan pembebasan lahan milik masyarakat tanjungtinggi untuk kepentingan masyarakat, tentunya untuk kepentingan public, dengan Hak Guna Usaha ( HGU ) namun seiring perjalanan, ternyata ada kepentingan pihak pihak tertentu bergeser lahan tersebut ingin dijadikan milik pribadi.
Akibatnya rencana pengalihan jalan oleh pihak Investor PT. Ranati  dilokasi pantai bilik, menuai protes dari masyarakat, pantai yang menjadi tempat favorit masyarakat Belitung, akan dialihkan menjadi areal private/ tempat kawasan yang tidak bisa dinikmati bebas oleh masyarakat, masyarakat mungkin berontak,karena teraniaya selama 29 tahun menunggu perubahan tidak ada perubahan, mereka diduga siap melawan  dan berjuang sampai tetes darah terakhir.
Surya Darma salah seorang tokoh masyarakat Belitung rabu 23/01/2019 mengatakan,” Yang kami kuatirkan pejabat yang masuk angin kalau masyarakat ndak pernah dapat apa apa,  makanya tolong kedepan kita sama sama mencari solusi supaya pariwisata kita tetap di jadikan areal publik bukan private, nantinya kalau dilihat dari konsep gambar yang saya kirim itu pantai bakalan di jadikan pripat karna sudah ketahuan di situ jalan sementera buat akal akalan dia yang sebenarnya arahnya semua melalui tepi danau bukan laut, Kami rapat bukan untuk setuju malahan kami menolak semua, kami sudah mulai minta tanda tangan seluruh masyarakat tanjung tinggi untuk menolak pemindahan jalan dan areal pantai di jadikan areal private,” ungkap Surya Darma
“ Seluruh dunia itu tahu pantai bilik adalah pantai wisata umum karena pada tahun 1989 di beli oleh PT.Ranati,  makanya sekarang nggak paham status lahan itu cuman pemerintah membuat lokasi pantai tanjung tingggi sepadan pantainya itu di RTH kan, Lahan ranati ada 450 Hektar  di Desa tg tinggi, 79 di kelola oleh pt blora golf, 73 hektar lahan hpl oleh pak sanem 2013 kemaren, Sisanya masih punya ranati dan terakhir info 100 hektar sudah di kelola okeh orang singapura melalui edi kodri, rambu jalan pergoden sudah di pasang cuman belum di gunakan, Jangan perusahaan yang mengatur pemerintah tapi pemerintah yang harus mengatur perusahaan ini kebalik ada apa…?
“ kami sudah mulai menjalankan surat penolakan untuk pengalihan jalan,intinya masyarakat tidak setuju, karena selama ini perusahaan tidak pernah lewat desa kalau buat perizinan mereka langsung saja ke atas makannya mulai masyarakat sudah mulai bergerak untuk bersatu,  Siap, ini yang pertama dan terbesar sejarah masyarakat tanjung tinggi melawan dengan seluruh masyarakatnya yang sudah teraniaya selama 29 tahun menunggu perubahan yg lebih maju,Terus terang PAD desa tanjung tinggi nol dari pantai wisata,kenapa? Jadi Intinya semua lapisan masyarakat menolak tegas pemindahan jalan yang sudah ada master pland untuk di jadikan areal private, hari ini akan mrmbuat balho penolakan, Semua unsur dari dukun tokoh adat tokoh kampong tokoh agama BPD serta semua tokoh pemuda nye menolak,mohon dukungan dari semua lapisan masyakat Beliting, wartawan dan LSM bantu untuk bersatu pertahankan jalan asli jangan sampai di manfaatkan oleh mereka,” tegas Surya Darma.
Supardi salah seorang caleg menambahkan,” mudah mudahan keputusan rapat menolak dijadikan  reverensi untuk mendorong anggota DPRD Belitung membentuk pansus..! insyaallah pasti terang benerang hasilnya apa lagi hasilnya nanti oleh DPRD dijadikan  rekomendasi kepihak pihak untuk di tindaklanjuti, Ingat penyelenggara pemerintahan ada exsekutif,..legeslatif dan yudikatif sekarang keputusan jika keputusan pemerintah harusnya DPRD mengetahui, tapi apakah pernah mereka bersuara/memanggil pihak pihak untuk menyelesaikan setiap permasalahan tersebut ? ungkap Supardi
“ sudah ada jual beli yang terjadi..! Hanya ruang publik yg heran kenapa mau  diambil juga..! ada apa kemana pejabat2 daerah semua Cuma diam aja, Anggota DPRD jangan diam panggil semua tanyakan sejauh mana persoalan yang ada supaya jelas, yang jelas kedaulatan ada di tangan rakyat Pengalihan jalan yang di lakukan pihak investor membuktikan lemahnya pemerintah daerah serta kurangnya fungsi kontrol legeslatif terhadap kebijakan yang di keluarkan pihak pihak terkait, penolakan masyarakat khususnya tanjungtinggi mesti di dukung semua kalangan terutama masyarakat Belitung,..! pariwisata jangan di jadikan alasan untuk melegalkan, memaksakan keinginan tanpa memperhatikan aspek sosial, budaya adat istiadat yang sudah ada,..sebaiknya pemda mesti peduli dengan kearip lokal,..silahkan investasi tanpa intervensi, tanpa itimidasi krn jika karena jika di paksakan akan berdampak buruk terhadap pariwisata Belitung, pokoknya apa dasar mereka mengalihkan jalan tersebut yang jelas jelas bertentangan dengan aturanaturan,  minta kepada anggota Dewan untuk menyatakan sikap terkait hal ini…! Kerahkan seluruh masyarakat minta keadilan melalui wakil2 rakyat di DPRD kita siap dukung ,” jelas Supardi
Juhri salah seorang tokoh masyarakat juga menambahkan,” Tanjung tinggi itu adalah bagian dari kabupaten Belitung, oleh karenanya seluruh masyarakat Belitung punya hak dan tanggungjawab atas keberadaannya, Langkah hukumnya adalah masyarakat bisa melakukan somasi atau class action karena pantai, hutan bakau, sungai, jalan, pemakaman umum itu semua adalah hak publik yg tidak boleh diperjual belikan untuk kepentingan privasi, kita minta bantuan Bang Yusril yuk untuk ngembantuk kite sebagai Kuasa Hukum masyarakat Belitong, Segera buat formasi, Buat surat kuasa yang ditujukan ke Bang Yusril mintak bantuan Beliau sebagai Kuasa Hukum masyarakat Belitong, semoga Bang Yusril mau,” ungkap Juhri. sumber : group WA Diskusi cari Solusi. ( Ali Hasmara )
Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed