oleh

ZIRKON KELUAR BELITUNG KIRIM KEKALIMANTAN MELALUI PELABUHAN UMUM TANJUNG BATU SIAPA YANG MERESTUI ?


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831
Clickadu

Pengiriman Zirkon dari wilayah Kabupaten keluar daerah sudah Berulang kali dilakukan diduga tanpa mengantongi izin, sedangkan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan baru disahkan tanggal  23 Januari  2019 dan belum dikeluarkan Pergub, kenapa pengusaha berani berulang ulang mengirim zircon, siapa yang merestui pengiriman tersebut ? hasil pantauan di Pelabuhan Pegantungan aktiitas pengiriman zircon berlangsung,  diperkirakan sabtu 27 April 2019 berangkat menuju kalimantan
Bos Zirkon Abdullah biasa dipangggil dulah ketam ketika dikonfirmasi melalui handphone dengan wartawan mengatakan,” Alhamdulilah kita juga bongkar muatnya dipelabuhan umum, artinya kalau dipelabuhan umum sudah  direstui,  dengan ada dokumen dokumen yang jelas, pengiriman silkon ini dikirim ke Kalimantan, mintanya 2000 an tapi cuma sedikit 1000 an, artinya masyarakat di Bangka Belitung bisa bekerja normal, itu bagus bikin berita yang mendukung jadi tidak ada mis komunikasi, media harus berpikir kearah sana membuat daerah lebih maju, programnya lebih bagus, investasi masuk kebelitung bisa terjamin, bisa didukung oleh pemerintah serta masyarakat, tugas wartawan dan LSM itu membangun dan mengritik, nanti kalau perlu lebih lanjut hubungi kawan saya si ituu ( …. di Rahasiakan ) supaya lebih jelasnya ” ungkap ungkap Dulah Ketam
Humas LSM Lintar Suhermanto mengatakan,” Pengiriman zircon keluar daerah setahu saya belum boleh dilakukan sebelum pergub dikeluarkan, artinya diduga pengiriman ini illegal jadi siapa yang merestui ? dari mana pengusaha bisa mengirim zircon, ada IUPnya ?, royaltinya kemana ? menurut aturannya royalty dihitung sejak melakukan ekspolitasi,yang ini mau keluar apa ada ?, Permendag nomor 1 tahun 2017 dan ASDM nomor 5 tahun 2017 menjelaskan “ setiap pengiriman antar pulau itu harus dilakukan verifikasi walaupun bukan surveyor Indonesia yang melakukannya, sebab veriikasi dilakukan untuk hasil tambang yang dikirim keluar daerah supaya dapat Pemasukan Asli Daerah ( PAD ), harusnya Pemda jeli, kita dirugikan tidak dapat royalty sekitar 2,5 persen,ini kedepan harus dihentikan karena diduga tidak ada dasar hokum yang jelas Belitung dirugikan, tapi menguntungkan oknum oknum tertentu, pengusaha mineral Zirkon dan ikutannya belum bisa mengirim keluar, karena harus melalui tahapan lainnya, yakni sosialisasi dan menunggu aturan teknis yakni Peraturan Gubernur (Pergub) ” tegas Suhermanto.
Dikutip dariwww.wowbabel.com
beberapa waktu lalu “ Wakil Ketua III DPRD provinsi Kepulauan Babel, Deddy Yulianto ikut angkat bicara soal pengiriman Zirkon keluar Babel.
Ditegaskan Dedy, Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan baru disahkan tanggal  23 Januari  2019 dan belum dikeluarkan Pergub, sebagai petunjuk teknis, namun ada perusahan yang berani mengirimkan Zircon keluar Babel.
“Perda baru disetujui, sehari kemudian sudah dilakukan pengiriman. Ini kita pertanyakan. Kita meminta  kepolisian menindaklanjuti pengiriman dan asal usul Zircon tersebut,” tukas Dedi Yulianto dalam Rapat Dengar Pendapat DPRD Babel, Rabu (6/2/2019) kemarin.
Di Kutip dari Pernyataan Gubernur Babel di http://babelpos.co/zirkon-jangan-keluar-babel
“ GUBERNUR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H Erzaldi Rosman menghimbau kepada seluruh pelaku usaha pengolahan mineral Zirkon, untuk tidak melakukan aktivitas pengiriman. Dan itu berlaku hingga ada Peraturan Daerah (Perda) Mineral Ikutan selesai.
“BENTUKNYA masih himbauan, mereka boleh beraktivitas, tapi bukan untuk dikirim sebelum Perda disahkan. kalau masih ada yang keluar kita cek izinnya. Kita tertibkan izin yang selama ini belum tertib,” ujar Erzaldi. Senin (17/9/2018).
Untuk itu menurut Erzaldi, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan terhadap keluarnya Zirkon dari Babel.
“Terus kita awasi, saya sudah sampaikan ke Pak Kapolda antara polisi dan Pol PP harus saling koordinasi, jangan sampai kita diadu-adukan orang,” katanya. 
Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya salah satu pihak yang mempertanyakan tentang pengiriman zircon tersebut. Ia menilai mineral ikutan timah belum dapat dikirim, karena Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan dan Produk Samping Timah baru disahkan pada 23 Januari 2019, bahkan belum disosialisasikan.
“Selain baru disahkan, Perda itu harus didukung Pergub (Peraturan Gubernur) sebagai pelaksananya. Dan sampai sekarang kita DPRD belum ada menerima pergub itu. Jadi kita mempertanyakan kok bisa mineral ikutan itu sudah dikirim,” kata Didit ketika dikonfirmasi Rakyat Pos via telepon, Rabu (30/1/2019).
Menurutnya, baik zircon maupun mineral ikutan timah lainnya baru dapat dikirim atau dijual ke luar daerah setelah perda dan pergub berlaku. Sedangkan saat ini Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tentang pelaksanaan Perda Nomor 1 tahun 2019 itu, sama sekali belum diterbitkan.
“Jadi dasarnya apa? Pihak kepolisian lah yang seharusnya menyikapi ini, karena memang sampai sekarang kita belum ada diberikan Pemprov Bangka Belitung pergub yang mengatur itu. Perdanya juga baru disahkan,” tukasnya. ( AH)
Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed