oleh

BAGAIMANA NASIB LAHAN 5,6 H Di TANJUNG KELAYANG ?

Clickadu

Apakah Edy Sopyan selama bertahun tahun diduga melakukan Pembohongan Publik Terhadap Masyarakat dan Pemkab Belitung ?
Tersendatnya Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Belitung Khususnya Pantai Tanjung Kelayang, Sudah Berjalan Kurang Lebih 30 Tahun, Sampai sekarang Tidak ada Kelanjutan dan Terkesan Pembiaran, menimbulkan berbagai macam Teka teki dan pertanyaan,Terutama masyarakat Belitung yang Merasa Peduli dengan Daerahnya.
Salah seorang tokoh Pemuda desa keciput Lubis Jumat, 2 Agustus 2019 kepada wartawan mengatakan,” kita akan melakukan clas Eksen, Sedikit demi sedikit mulai terkuak, dimana dalam kurun waktu veberapa tahun ini hanya terdengar perkara gugatan dari beberapa pihak, tetapi tidak ada kejelasan dan endingnya, bahkan sampai Belitung ditetapkan sebagai 10 Daerah Destinasi Andalan oleh Presiden,Tanjung Kelayang tidak menunjukkan ada perubahan sama sekali.
Setelah kami menelusuri dan mencari Data dan Informasi yang berkekuatan Hukum,ternyata banyak kejanggalan yang terlihat dilapangan, seperti berdirinya papan nama penguasaan Tanah Oleh Edy Sopyan(Gambar-red), tetapi dilokasi dan tempat yang sama juga sudah terbit Sertipikat Hak Guna Banggunan(HGB), terlihat sekali adanya kejanggalan yang mencolok, terlebih-lebih lagi pihak Pemkab sepertinya Belum menemukan Solusi untuk Mencari Benang kusut yg terjadi di pengguasaan Lahan Pantai Tanjung Kelayang,” ungkap Lubis.
,” Pada awalnya posisi Pemerintah Kabupaten Belitung sangat mempunyai andil besar pada waktu pembebasan, Berdasarkan Pendirian PT Belitung Tourism Depelopment Corporation(BelTDC), dan Pemkab Belitung salah satu Pemegang Saham pada tahun 1991, mulai Dari proses pembebasan Lahan, sampai dengan Pendirian PT BelTDC jelas posisi dan presentasinya.
Seiring Berjalanya waktu Ternyata Aset aset Kekayaan PT BelTDC, salah satu Aset lahan dipantai Tanjung Kelayang seluas 5,6 ha, sudah Dijaminkan/agunkan ke salah satu Bank Swasta dijakarta, dan Pada Tahun 2008, Aset aset yg dijaminkan oleh Edy Sopyan tersebut, sudah di ambil alih oleh salah satu penggusaha dalam Bentuk Cessie.
Melihat situasi yg seperti ini, sangatlah Miris dan ruginya Pemerintah Kabupaten Belitung dan Masyarakat Belitung, Tanjung Kelayang yang merupakan Icon Pariwisata Belitung terlantar begitu saja, hanya karena ulah oknum-oknum Penggusaha yang Tidak Bertanggung Jawab.
Atas kejadian tersebut dalam waktu dekat ini, Masyarakat Desa Keciput akan Melakukan Clas Aksen kepada Pihak pihak yg sudah menelantarkan Aset dan Melakukan Pembohongan Publik terhadap Aset yang Begitu Berharga,” Tegas Lubis (Lb &Tim).

Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed