oleh

MINERAL GALENA DIDUGA ILEGAL BERULANG KALI BERHASIL LOLOS KELUAR DARI PELABUHAN DI BELTIM

Clickadu

Mafia tambang terus berusaha untuk melakukan pengiriman barang tersebut walaupun ilegal dan ternyata sudah berulang kali melakukan pengiriman tapi penegak hukum tidak pernah mengetahui atau pura pura tidak tahu, mineral galena tersebut adalah bahan berbahaya bagi manusia dan sekitarnya harusnya menjadi perhatian khusus.

Diduga Mineral Galena
ditemukan di Pelabuhan 

Ketua LSM Lintar Belitung Timur Hendriyadi mengatakan ,” Awal mengetahui adanya pengiriman mineral Galena karena informasi ada pengusaha Tiongkok di Beltim diduga mengecek stokfile galena di salah satu pelabuhan diduga milik anggota dewan yang akan dikirim keluar Belitung, benar atau tidak saya tidak bisa memastikan, tapi Berdasarkan informasi tersebut kami melakukan investigasi keberadaan stokfile mineral galena di pelabuhan tersebut, ternyata setelah sampai dilokasi, mineral galena sudah tidak ada diduga sudah dikirim dengan menggunakan tongkang,” ungkap Hendriyadi.

Lokasi diduga stokfile Galena

” Dilokasi stokfile tersebut kami hanya menemukan sisa sisa diduga mineral galena, apakah benar barang tersebut galena, dari pengecekan dilapangan oleh orang orang yang berkecimpung di tambang timah barang tersebut benar galena dan diduga barang tersebut dibawa dari wilayah kecamatan Kelapa Kampit dan berdasarkan informasi dari masyarakat ada bos di Beltim yang menampung sementara di rumahnya pada jam jam tertentu ada beberapa mobil truk masuk dengan membawa sesuatu di duga galena, orang luar tidak akan pernah menyangka kalau di dalam atau dihalaman rumah bos berinisial P di jadikan penampungan diduga mineral galena karena rumah tersebut di kelilingi oleh tembok tinggi,” ungkap Hendri

Ketua Umum LSM Intel Ivan Haidari menambahkan,”
Jika dilihat sekilas, mineral galena  tersebut biasa biasa saja  tapi sangat berbahaya bagi kita semua.
Seseorang yang menghirup udara dari partikel debu Galena diduga  berpotensi mengalami risiko keracunan fatal. Namun, jika tidak ada partikel debu, Galena diduga aman untuk dipegang.
Kami berharap pihak pihak terkait tanggap dan bertindak karena diduga pengiriman tersebut ilegal dan sudah berulang kali, kok dibiarkan, ” jelas Ivan

” Dikutip dari Bulletin of Scientific Contribution, Volume 14, No.2, Agustus 2016 : 153 – 162
Potensi Galena yaitu
Adanya altrasi dan mineralisasi galena (PbS) di Kabupaten Belitung Timur terbukti dengan ditemukannya indikasi – indikasi mineral ubahan seperti hadirnya
silisifkasi urat – urat kuarsa (vein) yang membawa mineral – mineral sulfida seperti kalkopirit, pirit dan argilitisasi setempat.
Secara geologi mineral galena terbentuk akibat proses hidrotermal yang kaya akan mineral galena (timah
hitam) merupakan komoditi tambang yang termasuk ke dalam bahan galian golongan B, dimanfaatkan sebagai bahan baku industri logam dasar seperti
industri batere dan industri kendaraan bermotor. Potensi mineral galena di Kab. Belitung Timur ditemukan pada dua lokasi di Kecamatan Kelapa Kampit yaitu 
di Gunung Kikara dan Desa Mentawak.

Singkapan yang berada di Gunung Kikara yang merupakan lokasi bekas open-pit PT. BHP Billiton. Ditemukan dalam bentuk vein berukuran tebal + 7m, orientasi vein N 119o E/50o, wallrock
batuan metasedimen, berwarna hitam keabuan, kilap logam dibeberapa tempat (high grade), kilap kusam (low grade) mendominasi, terdapat mineral-mineral aksesori pirit, kalkopirit, , banyak mengisi dalam bentuk veinleits, berbau sulfur. Batas atas pit +85 mdpl, batas bawah +57 mdpl (gambar 3). Lokasi kedua berada di Desa Mentawak,
berada pada bekas galian tambang Timah rakyat.
Namun lubang bekas galian ini sudah terendam oleh air, sehingga vein galena tidak terlihat.
Menurut informasi Kepala Desa dan penambang setempat, vein diperkirakan memiliki ketebalan 2m pada kedalaman 6m dibawah permukaan tanah.
Kehadiran mineral galena pada vein kuarsa (cockade), pirit, terdapat inidikasi spalerit (teroksidasi), kilap logam. Memiliki orientasi N 120o E, diasumsikan
masih satu kelurusan zona dengan vein Gunung Kikara, ” ungkap Ivan.

Clickadu

Komentar


Warning: sizeof(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 824

Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/u4853462/public_html/wp-content/plugins/ad-injection/ad-injection.php on line 831

News Feed