oleh

Masyarakat Belitung Butuh Kedaulatan Energi, Ketua DPD KNPI Angkat Bicara

-Berita, Politik-16 views
Clickadu

Sudah beberapa bulan terakhir pemadaman selalu terjadi di Kabupaten Belitung secara bergiliran, hiruk-pikuk keresahan masyarakat dan keluhan masyarakat semakin nyaring terdengar, baik di dunia maya ataupun dunia nyata. Upaya masyarakat melakukan berbagai pelaporan ke PLN tidak ditindak-lanjuti dengan baik, bahkan sering terjadinya adu argumen antara masyarakat dengan pihak PLN.

Tidak hanya komplain ke PLN saja, tetapi melapor kepada Wakil Rakyat pun masyarakat sudah lakukan terkait keluh-kesah pemadaman lampu yang tak kunjung ada solusi perbaikan, pemerintah daerah pun seolah-olah tidak mampu menyelesaikan masalah ini padahal jelas listrik adalah bahan pokok  dalam berkehidupan.  

Ketua DPD KNPI pun angkat bicara Muhammad Hafrian Fajar atau yang biasa disapa Bung Djarwo, ia menyatakan pemerintah daerah lemah seperti hilang jati diri ketika berhadapan dengan persoalan kemasyarakat yang berkaitan dengan BUMN, dalam hal ini PLN. Permasalahan lambat di selesaikan, ketegasan tidak terlihat, siapa yang rugi jika hal ini dibiarkan berlarut-larut?? Tentu saja masyarakat.

“Di sektor ekonomi, para pengusaha kecil banyak mengeluh merugi karena terganggu usahanya akibat seringnya pemadaman aliran listrik akhir-akhir ini. Apalagi Belitung, yang digadang-gadangkan sebagai daerah tujuan wisata, di mana masih sedang dalam proses pembangunan. Jangankan mengundang investor untuk datang turut-serta mengembangkan sektor tersebut. Pelancong yang datang pun akan merasa sangat terganggu dengan permasalahan yang tak kunjung terselesaikan ini.” Imbuhnya.  

Menurutnya, sudah saatnya Belitung berdaulat dalam hal energi. Desentralisasi energi (distributed power generation) perlu menjadi sorotan pemerintah daerah dan dijadikan rencana pembangunan kedepan yang progresif, dengan mengembangkan pembangkit listrik sendiri yang disokong oleh energi baru terbarukan (EBT), dimana sumber daya alam yang kita miliki cukup melimpah, baik itu energi matahari, angin dan gelombang air laut. Ini semua dapat dikembangkan menuju kedaulatan energi di Kabupaten Belitung. Sehingga kita tidak tergantung sepenuhnya dengan keberadaan penyedia energi yang terpusat.

Memang konsep tersebut membutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit. Tetapi, untuk menuju masyarakat yang Berdikari akan energi ini perlu dikampanyekan secara meluas. Sehingga, ketersediaan energi listrik sebagai kebutuhan pokok masyarakat Belitung di era revolusi industri 4.0 ini dapat terpenuhi, jika perlu surplus yang diberitakan bukan lagi sekedar wacana. Percuma kita gembor-gemborkan pembangunan pariwisata, jikalau untuk beraktivitas saja sering terganggu oleh pemadaman aliran listrik dengan alasan mesin yang rusak dan segala hal yang menyertainya. ( Ali Hasmara )

Clickadu

Komentar

News Feed