oleh

Tinjau Kembali Rencana Pemberlakuan Kartu Brizzi Fuel Card, Siapkah Masyarakat ?

Clickadu

Tanjungpandan-Pemerintah Provinsi Bangka Belitung ingin menerapkan kartu Brizzi Fuel Card bagi seluruh masyarakat,niat baik pemerintah ini harus seiring dan sejalan dengan fasilitas pendukung program tersebut,supaya nanti tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat Belitung.

M Ansyar,anggota Anjelo Broder Club memaparkan,jika program ini sebenarnya baik dan bagus,namun perlu ditinjau kembali,terkait sarana dan prasarana pendukungnya,supaya tidak jadi bumerang nantinya bagi masyarakat pulau Belitung.

“seberapa banyak SPBU atau APMS yang ada dipulau ini,bayangkan jika masyarakat yang berdomisili di simpang pesak,ibul,badan,kelekak datuk atau renggiang,seberapa jauh jarak tempat mereka mengisi bahan bakar dengan tempat tinggal mereka,sedangkan roda 2 hanya bisa mengisi 5 liter per hari,alih-alih ingin mengurangi beban masyarakat,malah akan menghambat kinerja rakyat untuk berusaha,”papar Ansyar.

Ansyar meminta supaya pemerintah provinsi Bangka Belitung meninjau kebali rencana pemberlakuan kartu Brizzi Fuel Card yang rencananya akan diberlakukan mulai tanggal 2 Desember 2019,karena jika dipaksakan ini akan menimbulkan efek tidak bagus bagi masyarakat luas,ekonomi yang sedang terpuruk,jangan ditambah dengan persoalan dan permasalahan baru.

“truk masyarakat yang biasa membawa buah sawit,jika dibatasi hanya 60 liter per hari,otomatis akan mengurangi pendapatan mereka,mereka yg bisa sehari bisa 7/10 rit per hari dengan pemakaian solar 70/85 liter perhari,otomatis akan membuat penghasilan mereka berkurang,sementara biaya hidup tinggi,belum lagi harus bayar cicilan mobil perbulan,bukannya menyelesaikan masalah,malah membuat masalah baru bagi rakyat,hidup sudah susah jangan ditambah susah lagi dengan kebijakan yg terkesan dipaksakan,”jelas Ansyar.

Jika sebelumnya masyarakat terbantu dengan penjualan BBM eceran ,dan ada putaran ekonomi bagi masyarakat yang berjualan eceran,jika tetap dipaksakan memberlakukan kartu ini,bukan jadi tertib malah jadi ruet,niat baik pemerintah malah jadi musibah bagi rakyat.

“kita minta supaya pemerintah meninjau ulang rencana pemberlakuan kartu ini bagi masyarakat,mending pemerintah fokus untk menaikkan harga lada dan karet,masyarakat sudah terhimpit,jangan dihimpit lagi dengan kebijakan baru yg akan membuat rakyat makin terjepit ditanahnya sendiri,”pinta Ansyar. ( Ali Hasmara )

Clickadu

Komentar

News Feed