oleh

Tragedi Sijok

Clickadu

Oleh : Usmandie A Andeska
(Wartawan di Jakarta)

Kita sebut saja, pristiwa yang terjadi Sabtu sore, 2 Nopember 2019, di hutan bakau Siantu, Sijuk, Belitong, sebagai Tragedi Sijok”. Mengapa disebut tragedi sijuk, sebab ini akan menjadi catatan sejarah kelamnya, perjalan panjang penambangan timah ilegal di Pulau Belitong. Tragedi yang sangat memiluhkan, disaat kewibawaan pemerintah dilululantakan.

Usmandie A  Andeska

“Masyarakat” kian berani melawan pemerintah. Ironisnya, jabatan wakil gubernur seakan tak ada lagi nilainya. Bahkan, sosok Abdul Fatah, “orang kampong sendirik” tak lagi mereka anggap sebagai sesepuh masyarakat yang sejatinya ditauladani.

Tragedi penambang ilegal yang mencoreng nilai kearifan lokal masyarakat dan budaya urang melayu Belitong. Orang Belitong yang selalu ramah, santun, beradap, saling hormat menghormati, kini terkesan menjadi masyarakat yang brutal. Masyarakat yang “berani” masyarakat yang tak lagi menggunakan akal sehat.

Ada indikasi apa? Belitong yang kini tengah membangun wisata bermodalkan alam pantai nan indah, dan masyarakat yang rama tamah, terhentak karena adanya tragedi sijok ini.

Dan suatu yang sangat ironis, tragedi terjadi wilayah sentral wisata Belitong, Pantai Siantu adalah bagian dari Pantai Batu Bedil yang kini tengah digadang gadang menjadi salah satu kawasan Geopark Belitong.

Sepintas, artinya warga Sijok, telah menjadi masyarakat wisata. Pola pikir mereka tak lagi berorientasi tambang. Bahkan, banyak diantara warga Sijok yang mulai merangkak sukses dengan ladang kehidupan yang baru ini.

Lantas siapa yang menjadi biang kerok dari Tragedi Sijok” Betulkah mereka “orang Sijok”. Atau apakah mereka warga Belitong. Ini penting dipertanyakan, jangan sampai Tragedi Sijok merusak citra masyarakat Bangka Belitung yang selalu damai dan penuh silaturahmi, sangat menghargai sesepuh, apalagi itu Pejabat tinggi pemerintah daerah, sekelas Wagub.

Dan Tragedi sijok bukanlah cerminan masyarakat melayu Bangka Belitung. Ini cerninan dari warga yang kurang peradapan. Lantaran itu persoalan ini harus dituntaskan, siapa biang keroknya.

Tak ada kata damai terhadap pelanggaran hukum. Dan saya mendengar persoalan ini berujung damai. Sangat menyedihkan memang.

Bagi saya bukan damai tak boleh, tapi secara individu individu silahkan berdamai. Tapi tidak terhadap pelanggaran hukum yang mereka lakukan. Ini tetap harus diproses.

Saya mencatat sedikitnya ada 6 pelanggaran hukum dalam kasus tragedi sijok;
1. Mereka menambang ilegal tanpa dilengkapi perijinan.
2. Mereka melakukan perusakan.lingkungan dengan menambang di dalam hutan bakau yang berstatus hutan lindung.
3. Mereka melawan aparat pemerintahan yang sah.
4. Mereka melakukan penganiayaan terhadap.petugas yg melaksanakan perintah undang undang yg dilengkapi surat perintah dan surat tugas.
5. Mereka merusak asset negara yang dibiayai dari uang rakyat.
6. Mereka telah “menyendera” dengan memaksa mengikuti kehendak mereka di bawa ancaman kayu dan parang.
7.Mereka juga mungkin telah mengeluarkan kata kata yg tak pantas terhadap aparatur yg lagi bertugas dengan ujaran kebencian.

Nah dari berbagai pelanggaran ini, aspek mana yang bisa diselesaikan dengan berdamai. Dari hemat saya, mungkin hanya point 6…karena mungkin karena itu bersentuhan pribadi.Abdul Fatah..kalau diartikan seperti itu. Tapi tidak, bila saat itu Abdul Fatah datang dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur yang sedang melaksanakan tugas negara.

Dengan demikian bila point 6 itu pemahsmannya Fatah sebagai Wagub tidak ada celah untuk berdamai dalam aspek.hukum. Silahkan warga penambang mencium tangan Abdul Fatah, itu hanya sebatas penyesalan dan permohonan maaf. Tidak membatalkan aspek hukum.

Sebagai warga Bangka Belitung yang tinggal di Jakarta dan pendiri provinsi Babel, tidak.iklas bila aparatur Babel diberlakukan seperti itu. Dan ini bakal menjadi preseden buruk dikemudian hari hingga hukum bisa dipermainkan.

Tidak sebatas itu pengungkapan kasus tragedi Sijok. Saya merasa yakin, bahwa penambangan ilegal ada pihak lain di belakangnya. Warga tidak berdiri sendiri. Dan inipun harus diungkap tuntas.

Clickadu

Komentar

News Feed