oleh

Area Pencanangan Perkim di Desa Limbongan Beltim Diduga Digarap Untuk Penimbunan

Limbongan, Beltim, Master plan sang Kades Limbongan Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur(Beltim), yang rencananya akan membangun sebanyak 200 (dua ratus) unit perumahan dengan luas lahan 9 hektar yang akan dibangun secara bertahap pada tahun 2018 kini dipertanyakan warga.

Sebelumnya, sang kades Limbongan mengatakan saat ditemui awak media ini dikediamannya pada Selasa 13 November 2017 lalu sore, dirinya akan membangun secara bertahap pada tahap pertama sebanyak 50 (lima puluh) unit akan dilaksanakan Bulan April 2018. Selain itu akan dibangun pabrik diatas areal seluas sekitar 14 hektar, serta pelabuhan jeti.

Pantauan awak media ini Sabtu (18/1/2020), berdasarkan keterangan warga Desa Limbongan yang menyebutkan bahwa pada hari Kamis (16/1/2020) diduga areal pencanangan perkim tersebut telah ditambang untuk peruntukkan lain.

Warga inisial AT (inisial), mengatakan kami merasa kaget dan heran setelah tiba di lokasi Pangkalan Batu Tanjung Labun area yang diduga untuk pencanangan perkim nelayan sudah berlobang kemungkinan digali dan tanahnya diambil untuk peruntukkan lain.

“Melihat situasi demikian kami khususnya warga Desa Limbongan heran dan agak kecewa, padahal area ini sebelumnya sempat digadang gadangkan diduga untuk perumahan dan pemukiman nelayan”, ujar AT.
Sebenarnya area tersebut apakah masuk IUP perusahaan atau area perkim lanjutnya, kami hanya heran dan aneh saja melihat situasi ini, imbuhnya.

Sementara rekannya AD, juga mengatakan demikian dirinya juga heran ada apa sebenarnya beberapa waktu yang lalu dilokasi area tersebut sempat dilakukan sosialisasi dan dihadiri oleh dinas terkait mengenai pembagian kartu jaminan asuransi nelayan.

“Jika benar area tersebut untuk perkim kenapa kok bisa ditambang, kami menduga digunakan untuk penimbunan atau peruntukkan lain. Mirisnya, sudah menjadi lobang diperkirakan 2 hingga 3 meter dalamnya”, sebut AD.

Padahal, lokasi ini telah diresmikan secara publik, ujarnya menambahkan dan sudah diketahui dinas terkait, apakah lokasi ini termasuk dalam IUP perusahaan juga, paparnya.

Adapun warga lainnya RN (inisial), dirinya menyebutkan sampai saat ini kami pun belum tahu rencana perkim itu kapan terealisasinya.

“Harapan kami selaku masyarakat janganlah masyarakat hanya di iming imingkan atau dijanjikan saja’’, ungkapnya. 
Kades Limbongan hingga kini belum bisa dikonfirmasi mengenai perihal tersebut. (Marsidi)

Komentar

News Feed