oleh

Bersama Pemuda Milenial Belitong, Selamat Hari Gizi Nasional Ke 60 Tahun 2020

-Berita, Daerah-84 views

Mengingat tentang gizi ini adalah salah satu paling fundamental/paling mendasar dalam meningkatkan sumber daya manusia, dikarenakan jika gizi baik maka akan lahir pemuda pemuda yang lebih kompetitif dimasa mendatang. Pemuda milenial belitong mulai bergerak dalam membangun daerah sendiri dengan menarik sebuah masalah dan mencari akar peneyab sulitnya bersaing dalam kemajuan berkompetisi di segala bidang. Sebelum anak-anak menulusuri jenjang pendidikan sekolah, maka kita persiapkan calon pemuda yang berkompeten dengan memperhatikan segala apa yang dibutuhkan menunjang optimalnya dalam menjalankan jenjang pendidikan dan kesiapann  dalam berkompetisi segala bidang.

Dr. Rafli Kepada Wartawan mengatakan,” Hallo sobaat!!! Hari ini hari gizi nasional lhoo. Hari gizi nasional sering disingkat HGN yang diperingati setiap tanggal 25 januari.

Kali ini pemuda milenial belitong akan mengadakan bakti sosial mengenai gizi, tema yang di angat pun sangat menarik untuk dibahas, yaitu “ pemuda milenial belitong sadar gizi” yang menjadi acuan untuk dibahs yaitu tentang STUNTING. Kenapa perlunya membahas stunting ini? Yuk mari kita simak, mengenai stunting ini. STUNTING adalah merupakan suatu keadaan dimana tinggi badan anak yang terlalu rendah. Stunting atau terlalu pendek berdasarkan umur adalah tinggi badan yang berada di bawah minus dua standar deviasi (<-2SD) dari tabel status gizi WHO child growth standard (WHO, 2012). Stunting merupakan masalah gizi kronis, yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi selama 100 hari pertama sejak masa di kandunagn hingga usia 2 tahun, stunting biasanya dicirikan dengan perawakan tubuh yang terlalu pendek (kerdil) pada batita atau tissdak sesuai standar usianya. Dmpak dari stunting ini sangat mempenaruhi anak pada masa pendidikan dikarenakan konstruksi otak pada anak lebih kecil pada umumnya di akibatkan dari pertumbuhan tulang yang kurang baik. Di indonesia sendiri masih 8 juta anak mengalami gangguan pertumbuahn, dari prevalensi indonesia ada 37,2% anak mengalamai stunting bisa di artikan 1 dari 3 anak mengalami stunting. 
Apa penyebab stunting?
Kurang gizi kronis pada waktu yang lama, kurangnya pengetahuan ibu maupun calon ibu meneganai asupan makanan bergizi saat hamil, seringnya menderitak infeksi awal kehidupan anak.
Gejala stunting yaitu pertumbuhan melambat, pertumbuhan Gigi yang terlambat,tanda pubertas terhambat.
Apa sih efek samping stunting di kemudian hari ? lebih mudah terkena penyakit kronis, susah berkonsentrasi saat sekolah, berdampak pada produktivitasnya ketika dewasa.
Catatan paling penting jika ditarik dari permasalahnnya yaitu kesiapan calon ibu dan ibu mengasuh anak.
Jadi permasalahan stunting ini bukan hanya pada ibu, tetapi calon ibu. Dri remaja dewasa hingga orangnya tua perlu edukasi mengenai stunting. Dari pemuda bersiap dan melakukan langkah lebih prigresif dengan menadakan seminar ke masyarakat belitung untuk mengatasi gizi pada anak agar kemudian hari sumber daya manusia kita lebih baik dari hari kemarin,” ungkap Dokter Rafli

M Hafrian Fajar disapa Jarwok Ketua DPD KNPI Kabupaten Belitung kepada wartawan mengatakan,” terkait hari gizi nasional tahun 25 januari 2020 kami mengajak segenap seluruh element masyarakat untuk lebih memperhatikan gizi karena berkaitan dengan keberlangsungan peradaban yang ada di Indonesia hari ini, esok, dan masa depan kita semua.


pentingnya gizi sangat berpengaruh untuk masa depan, apa lagi di saat masih bayi sangat perlu di perhatikan agar nantinya perkembangan sampai dewasa menjadi maksimal, (perkembangan fisik, dan otak),” jelas Jarwok
” mengingat indonesia saat ini fokus pada SDM yang unggul indonesia maju, maka dari itu perlunya pemahaman kepada calon orang tua (pemuda) mengetahui cara pemenuhan gizi sehingga henerasi selanjutnya lebih berkualitas.
dulu orang vietnam, philippines, dan asia lainnya tidak terlalu besar (sama ukuran badannya dengan indonesia) tapi lihat sekarang pada saat Timnas Indonesia menghadapi negara tersebut nampak sekali perbandingannya, karena mereka konsentrasi dan fokus menghaadapi permasalahan gizi di negara mereka serta memulai fokus kesadaran terhadap gizi sudah cukup lama alhasil dampaknya betul betul terasa.
mari kita mulai dari daerah kita dulu yaitu pulau Belitung untuk merubah wajah Indonesia yang lebih sehat dan bergizi,” ungkap Jarwok

Komentar

News Feed