oleh

Cek Ulang Lahan Di Wliayah Gunung Birai Dusun Air Putih Selesai

-Berita, Daerah-19 views

Kalbar/Ketapang. Perjalanan Tim survei lokasi ulang didaerah berangkat dari Ketapang ke wikayah Gunung Birai dusun air putih Desa Pangkalan Batu Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat sekitar 128 kilo, menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam perjalanan karena jalan menuju dusun air putih dalam keadaan rusak, survei sudah selesai dan sesuai dengan peta lokasi yang dibuat 06/02/2020.

Heny didampingi Bastian karyawan Perusahaan kepada wartawan mengatakan,” kami kelokasi untuk mengecek ulang lahan seluas sekitar 50 apakah sesuai dengan peta lokasi yang dibuat dan apakah masih ada kendala dilapangan, ternyata setelah sampai di lokasi dan cek lahan tersebut sudah sesuai dengan peta lokasi yang kami buat, dan kami minta kepada pak Udi untuk mencari pekerja orang setempat untuk membersikan lahan dan nanti kami akan buatkan pondok untuk berteduh,” ungkap Heny

Bastian Menambahkan,” memang harus di cek lagi lahan tersebut apakah sesuai dengan GPS yang kita buat karena lahannya luas takut bermasalah dengan warga setempat, alhamdulilah setelah kami cek dilapangan lahan sesuai dengan peta lokasi dan lahan siap, di rawat dan dibersihkan,” ungkap Bastian

Suhardi atau biasa dipanggil Udi warga Melayu tinggal di Dusun Kertaraja Desa Kendawangan kiri mengatakan,” wilayah tersebut masih masuk wilayah orang orang Dayak, kalau lokasi sudah dibeli sejak beberapa tahun lalu, cuma cek ulang saja, lokasi sekitar 50 hektar lahan bos sudah selesai dan aman, tinggal mencari tukang kebun untuk merawatnya mudah mudah dalam waktu dekat lahan sudah bisa dibersihkan, dan segera ditanami oleh bos,” ungkap Udi.

Selesai melakukan pengecekan lahan, terkejut melewati jutaan hektar lahan karet dilahan Hutan Tanaman Industri ( Hutan Ketapang Industri ) yang sudah menjadi milik salah satu perusahaan besar di Kalimantan Barat cukup berhasil dan bertemu dengan pak Merana dan Istrinya yang kebetulan Tim cek ulang lokasi sedang mencarinya untuk konfirmasi lahan dan setelah konfirmasi kepada yang bersangkutan konfirmasi selesai, kebetulan pak merana ada pekerja noreh karet dan bertanya tanya padanya.

Pak Merana didampingi istrinya masih warga keturunan Suku Dayak mengatakan,” lahan karet ini luasnya jutaan hektar pekerjanya ada warga dan masyarakat sekitar lahan tersebut, saya bekerja di sini baru satu tahun noreh karet dengan istri saya, lumayan pak, untuk menghidupi keluarga kami,” ungkap Merana dengan singkat. ( AH )

Komentar

News Feed