oleh

Pengusiran Terhadap Wartawan Oleh Wabub Beltim, Permintaan Kajati Babel ?Ada Apa… ?

-Berita, Daerah-20 views
Clickadu

Acara  sosialisasi oleh Kajati Babel di ruangan rapat Bupati Beltim, Kamis 20/02/2020 tentang Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Korupsi pada Pengelolaan APBD Belitung Timur yang digelar di Ruang Satu Hati Bangun Negeri,
yang dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Ranu Mihardja, wakil Bupati  Beltim Burhanudin, Kajari Beltim Abdur Kadir, dan Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Berbuntut pengusiran wartawan yang ingin meliput kegiatan tersebut.

Pengusiran yang dilakukan oleh Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin ” “Saya minta wartawan meninggalkan ruangan karena nanti ada sesen konferensi pers yang akan dilakukan kajati” kata Burhanudin menggunakan pengeras suara, menuai reaksi seluruh wartawan di Belitung Timur dan Belitung, mereka sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Karyadi Mantan Ketua Kelompok Kerja Wartawan Belitung timur mengatakan,” kami sebagai wartawan kecewa atas sikap pak Wabub karena mengusir kami, ini telah melecehkan profesi  wartawan yang dilindungi UU PERS No 40 tahun 1999, dan Perbuatan wakil bupati tersebut dinilai melanggar Uu 40/1999 dan UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Kami akan bawa kasus ini ke ranah hukum karena sudah melanggar pasal 18 ayat 1 UU PERS tahun 1999,” tegas Karyadi

Awalnya pengusiran wartawan tersebut tidak ada alasan yang jelas ketika Wabub Beltim Burhanudin meminta wartawan yang sudah berada di ruangan untuk meninggalkan ruangan.
Kemudian setelah dikonfirmasi oleh wartawan, Wakil Bupati Beltim Burhanudin yang biasa disapa Aan mengatakan,” bahwa ini permintaan dari Kejati Babel, Ranu Mihardja untuk seluruh media Off dulu, sebelum acara dimulai pak kajati minta kepada saya seluruh awak media off dulu, nanti ada sesi khusus untuk konferensi pers setelah selesai”Jelas Burhanudin

Sekretaris Perwabel Jhon Pieter mengatakan,” Kasus pengusiran wartawan yg dilakukan oleh Wabup Beltim Aan sangat disayang kan sekali dikarenakan wartawan berhak meliput kegitan  Apapun sesuai dgn UU pers no 40  apalagi peliputan kasus korupsi atau penyimpangan dana,tidak boleh ada yang ditutup tutup, UU pers Pers yang juga melaksanakan kontrol sosial sangat penting pula untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya,” jelas Jhon Pieter

Kami coba konfirmasi dengan Kajati Babel Ranu Mihardja melalui pesan WA, pukul 22.15 wib, Kamis 20/02/2020 pukul 22.56 dijawab ,” Tanya sj ke tuan rumah. Kan sy yg diundang. Tadi sudah di jelaskan semuanya pada saat konfrensi pers,” jelas Ranu. ( Ali Hasmara )

Clickadu

Komentar

News Feed