oleh

Ketika Manusia Menjadi Lebih Buas Dari Singa

-Berita, Daerah-41 views

Bagi yang mampu mereka akan berdiam diri dirumah dan menghimbau yang tidak punya penghasilan tetap dan tidak mampu untuk tidak berkeliaran diluar rumah,sedikit gambaran ketika gas 3 Kg langka dan terjadi antrian,masyarakat tidak lagi mengindahkan himbauan pemerintah,bahkan yg mampu ikut mengantri membeli gas 3 Kg,padahal jelas itu peruntukannya bagi yang tidak mampu,sifat serakah terlihat sangat jelas.

Seorang tukang bangunan,yang biasa mendapatkan upah perhari 100 ribu,harus berhenti bekerja,karena pemilik rumah menghentikan pekerjaannya,dikarenakan jaga2 jika krisis berkepanjangan dan mempersiapkan tabungan dari pada menyelesaikan rumah,sang tukang bingung mau memcari pekerjaan apa,karena rata2 pembangunan rumah ditunda,pergi kelaut kadang ada hasil kadang tidak,2 anak dirumah butuh makan dan susu,sang ayah bisa sabar, tapi ketika anak menangis kelaparan sang ayah bisa lebih galak dari pada singa yang kelaparan,mereka yg beranggapan bahwa dirinya mampu untk berdiam diri dirmh dengan pertahanan ekonominya,jangan tenang dulu,karena banyak manusia yang akan lebih ganas dari singa yang akan mengamcam ketenangan mereka.

Harga timah anjlok, lada anjlok, ikan pun di beli pengepul anjlok,dan perusahaan pengepul ikan beberapa ada yang tutup. Sehingga nelayan yang melaut jauh menggunakan kapal motor tidak dapat menjual ikannya, Terlebih ikan-ikan kwalitas ekspor yang kini dibeli dengan harga murah.

Ada yang bilang meminta menutup jalur laut dan udara kedaerah ini,lalu bagaimana dengan sample darah yang dikirim kejakarta,atau ada alat kesehatan dan obat yang dikirim melalui jalur udara,pesawat tidak akan melakukan penerbangan,jika hanya membawa sample darah,kecuali negara atau daerah,melakukan carter pesawat,pertanyaannya mampukah negara atau daerah melakukan itu?,urusan membagikan masker gratis dari pemerintah saja sampai saat ini belum pernah saya temui!.

Jalur laut bagi penumpang ditutup,hanya untuk sembako dan kebutuhan pangan,dipulau belitung ini banyak sekali pelabuhan,pelabuhan bongkar muat barang dan pelabuhan bongkar muat tambang milik swasta,lalu bagaimana dengan anak buah kapal yang membawa bahan pokok dari luar pulau belitung,mereka mempertaruhkan nyawa untk membawa kebutuhan pokok bagi masyarakat belitung,meyebrangi lautan menuju pulau jawa dan lainnya yang sudah terdampak virus corona,para pelaut dan ABK kapal ini adalah pahlawan dan garda terdepan supaya masyarakat bisa makan dan tidak kelaparan dipulau ini,lalu apa jadinya bila mereka beranggapan seperti orang yang sok kaya yang seolah menyalahkan yang miskin karena tidak mengikuti saran pemerintah,apa jadinya daerah ini jika para ABK kapal pengangkut sembako,berfikir mereka sangat beresiko terkena virus korona dan lebih baik diam dirumah saja.

Ada yang bilang urusan makan dll kite berijo same-same,jangankan nak berijo untuk membantu urang lain,urusan gas 3 kg yang sudah didepan mata kita lihat,semua menjadi lupa dengan anjuran pemerintah,dan semua ingin membeli lebih banyak,sikap serakah dan seolah ingin hidup lebih lama akan terlihat secara sendirinya dari kejadian ini,semua ingin menang sendiri,semua ingin benar sendiri,tanpa berfikir ada yang tidak sebaik dirinya dari segi ekonomi.

Covid-19 menbuat orang jadi lebih pindar dan menimbulkan profesi baru

Jadi ustad dan ahli hadis dadakan
Jadi ahli ekonomi dadakan
Jadi dokter dadakan
Jadi politisi dadakan

Mari kita tidak saling menyalahkan dan merasa benar sendiri,mohon maaf jika tulisan ini menyakiti atau tidak sengaja menyinggung orang lain,semoga kita semua senantiasa dalam lindungan allah,serahkan semuanya pada ahlinya,ini hanya keresahan sekelompok anak bangsa.

Tanjungpandan, 29 Maret 2020

Anjelo Brodher Club

Komentar

News Feed