oleh

Pernyataannya Bentuk Pengingkaran Terhadap Fungsi Parpol

-Berita, Daerah-21 views
Clickadu

Manggar, Belitung Timur
Salah satu fungsi Partai Politik adalah sebagai sarana melakukan rekuitmen kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai poros dalam menciptakan keberlangsungan pemerintahan yang baik dengan cara menciptakan roda politik. Jadi jika ada partai politik yang mengingkari hasil rekuitmennya berarti parpol tersebut asal-asalan dalan menjalankan fungsinya.

Rudi Juniwira selaku Koordinator Wadah Kajian Strategis Pembangunan Daerah kabupaten Belitung Timur, yang juga mantan anggota KPU Belitung Timur periode 2003-2008
Menanggapi pernyataan Beliadi selaku Ketua DPC Gerindra kabupaten Belitung Timur dan juga sebagai anggota DPRD Propinsi Kepulauan Bangka Belitung di salah satu media online edisi 6 Maret 2020 berkaitan dengan Pilkada Belitung Timur, menyayangkan jika pernyataan yang menyudutkan Kepala daerah dan wakil kepala daerah keluar dari parpol yang mengusung mereka tersebut, Minggu 08/03/2020
” Ini adalah suatu bentuk pengingkaran terhadap komitmen politik untuk sama-sama memajukan daerah kabupaten Belitung Timur. Padahal komitemen tersebut tertuang dalam kesepakatan yang telah dibuat pada saat pencalonan pada saat itu, jadi ini jelas-jelas menepuk air di dulang, kalau kita lihat filosofi mengapa di buat aturan jika parpol mencabut dukungannya terhadap pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada saat pencalonan akan dikenakan sanksi denda dan sanksi tidak akan dapat mencalonkan dalam pilkada mendatang, ini artinya sebagai jaminan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung parpol tersebut untuk tetap mendukung sampai akhir masa jabatannya,” tandas Rudi JW

” Parameter maju tidak nya suatu daerah ini terletak dari kinerja pemerintahan daerah yang di dalamnya ada bupati dan wakil bupati serta DPRD tempat bercokolnya partai politik pengusung tersebut, selama periode kepemimpinan pak Yuslih sebagai Bupati dan pak Aan sebagai wakil Bupati belum ada terdengar saling hantam antara DPRD Beltim dengan Bupati dan Wakil Bupati, ini artinya bahwa hubungan kedua lembaga tersebut sedang baik-baik saja, contohnya sejak tahun 2017 sampai sekarang belum pernah kami dengar secara kelembagaan DPRD mengkritik kinerja Bupati dan wakil Bupati bahkan sampai mengeluarkan hak inisiatif atau hak angket, ” papar Rudi JW

” Berkaitan dengan pernyatan gagal memajukan Beltim, mungkin Pak Beliadi kurang perhatian saja dengan Beltim sehingga tidak bisa melihat apa yang terjadi sebenarnya dengan Belitung Timur sekarang, memang sama-sama kita akui perekonomian sedang susah, tetapi akar pesoalannya bukan berasal dari pemerintah daerah Kabupaten. Belitung Timur yang notabene masih mengadalkan perekonomian dari sektor pertambangan terutama pertambangan timah yang memang sekarang ini masyarakat banyak yang tidak bisa menambang sehingga perputaran ekonomi di Belitung timur juga menurun, Ini kewenangan siapa sebenarnya? Sektor pertambangan sejak tahun 2016 sudah di ambil alih sepenuhnya dari pemerintahan Kabupaten ke Pemerintah Propinsi dan Pusat.

Bukannyaa Pak Beliadi sekarang ini ada di bagian Pemerintahan Propinsi, kalau gitu kami tantang, kalau tidak bisa menaikan perekonomian Belitung timur terutama mengatasi masalah kesusahan masyarakat untuk menambang, maka dalam 3 bulan kedepan, bapak sebaiknya mundur aja sebagai anggota DPRD Propinsi Bangka Belitung,
dengan adanya pernyataan tersebut, kami sebagai bagian dari masyarakat Beltim juga meragukan sampai dimana manfaat pak Beliadi baik sebagai ketua DPC Gerindra dan anggota DPRD Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, kami masyarakat Beltim masih mencatat bahwa DPC partai Gerindra Belitung Timur satu gerbong dengan pak Yuslih dan pak Aan yang tentunya punya komitmen yang sama untuk memajukan Belitung Timur,” Ungkap Rudi JW. ( Ali Hasmara )

Clickadu

Komentar

News Feed