oleh

Ketua DPRD Kabupaten Belitung: Ini Namanya Merampok Kebun Rakyat

-Berita, Daerah-671 views

Terbitnya sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi komoditas mineral bukan logam dan bantuan milik PT Cahaya Mandiri Bangunan Persada (PT.CMBP) yang menjadi pertanyaan masyarakat Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung membuat Ketua DPRD Kabupaten Belitung angkat bicara.

Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori menilai ada kejanggalan dalam proses pembuatan IUP tersebut. Kenapa masyarakat sama sekali tidak pernah diberikan sosialisasi dan juga pihak Pemerintah Desa tidak pernah dilibatkan.

“Hal ini tidak bisa dibenarkan. Jujur saja, ini namanya merampok kebun rakyat dan ini tidak bisa di diamkan”, tegas Ansori.

Lanjutnya lagi Ansori mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui kalau ada IUP dengan luas hamper 800 (delapan ratus) hektar tersebut di Desa Perpat, Kecamatan Membalong. Bahkan pihaknya tidak pernah mendapatkan surat tembusan terkait izin tersebut.

“Tetap ini akan kita tindaklanjuti, terlepas ini kewenangannya ada di Provinsi ataupun di Kementerian”, paparnya.

Sementara, Kades Perpat Sukri dihubungi Kamis 26 Maret 2020, juga menyebutkan, pihak desa maupun masyarakat sama sekali tidak tahu mengenai hal tersebut.

“Jangan nanti dikiranya ada yang saya tutup tutupi kepada masyarakat, tapi nyata nya seperti itulah bahwa pihak PT tersebut sama sekali tidak pernah melakukan sosialiasi kepada kita”, ujarnya.

Saat disinggung perkiraan berapa luas wilayah keseluruhan IUP yang dimaksud, dirinya menuturkan diperkirakan hampir 800 (delapan ratus), hektar dan itupun menurut pengetahuan dia sebagian disinyalir lading perkebunan warga.

“Dari beberapa IUP tersebut diperkirakan hampir 800(delapan ratus) hektar tanpa sepengetahuan pemerintah desa maupun warga”, sebutnya. (HN/RZ/Marsidi)

Komentar

News Feed