oleh

Antara Kebijakan Dan Kebajikan

-Berita, Daerah-20 views

Bukan hanya perkara angka, harga juga dijadikan simbol produktivitas. Karena harganya yang murah, peternak lebih memilih membagikan ayam yang baru menetas ke warga.

Untuk skala besar, membesarkan ayam membutuhkan pangan dan biaya pemeliharan alang kepalang tinggi hingga akan sulit menentukan harga jual.

Dari ruang siar Radio Suara Praja 102,2 FM kami mengulas sejauh mana harga meningkatkan taraf ekonomi, baik bagi konsumen maupun produsen. Ulasannya sederhana dan disesuaikan dengan fenomena sosial budaya.

Fenomena yang paling update adalah terkait dampak Covid-19. Setidaknya kami berharap, protokol penanggulangan Covid-19 mulai bergeser dari protokol kesehatan ke protokol ekonomi.

Dari sisi kesehatan, rantai penyebaran virus diharapkan putus. Sebaliknya dari sisi ekonomi justru harus tersambung. Marak diberitakan pemerintah sedang mempercepat penyaluran Bantuan Sosial plus dengan sistem jaringan pengaman sosial.

Dalam struktur Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belitung tampaknya menguatkan peran Bappeda. Tapi info harga menggiring ulasan terkait fenomena sosial ekonomi yang berkembang di masyarakat. Dengan bermacam ragam wacana yang berkembang.

Cakupan bahasan akan luas memang tapi setidaknya kami mendapat tiga rantai yang menjadi tema, yakni rantai penyebaran yang harus terputus, rantai produksi yang perlu digerakkan dan rantai makanan yang perlu diamankan.

Stok pangan cukup, tinggal distribusikan. Masalahnya rantai makanan ini memiliki dengan rantai penyebaran virus. Perkaranya, tiap momen penyaluran membuat orang banyak berkumpul. Praktis himbauan menjaga jarak terancam. Diinformasikan harga murah melalui operasi pasar seperti lebaran sebelumnya pun berpotensi membuat orang berkumpul.

Pemerintah berharap kebijakan mengatasi rantai penyebaran berjalan simultan dengan upaya menggerakkan rantai makanan dan rantai produksi. Rantai ini perlu pelumas yakni semangat, gotong royong, empati dan nilai moral lain.

Rantai akan mengering lalu terancam berkarat. Bukan mustahil akan kesulitan memutar roda ekonomi. Sebab apa itu terjadi. Diduga wacana, isu, gosip dibiarkan. Seperti sepeda dibiarkan terkena panas matahari. Atau memang antara pelumas dan pemanas tidak berimbang.

Maka sulit menjalankan kebijakan tanpa kebajikan. Ini bukan perkara sepeda siapa yang akan digerakkan karena sejatinya semua ingin beraktivitas. Kebersamaan menjadi utama, tidak saling menyalahkan namun saling memberi semangat, memberi pelumas moril (Fiet)

Komentar

News Feed