oleh

Indikasi Selisih Harga Paket Sembako Bantuan Pemerintah

-Berita, Daerah-745 views

Tanjungpandan – Pembagian bantuan paket sembako oleh pemerintah kabupaten Belitung, untuk terdampak covid-19 bagi masyarakat Belitung telah dilaksanakan, paket sembako senilai Rp.250.000, untk lebih dari 9000 warga kabupaten Belitung terdampak corona,isi paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat antara lain, beras 10 Kg, Sarden ukuran 425 Gram sebanyak 2 kaleng, gula pasir 2 Kg, gandum 2 Kg, susu kental manis 1 kaleng, minyak sayur 2 liter, sebagian masyarakat telah menerima bantuan ini pada hari ini.

Muhammad Ansyar perwakikan Anjelo Brother Club menyampaikan apresiasi dirinya kepada pemerintah daerah kabupaten Belitung terkait bantuan sembako terdampak covid-19 bagi masyarakat, namun dirinya menyoroti harga dan jumlah paket yg dibagikan oleh pemerintah daerah.

Ansyar mempertanyakan apakah sarden (ikan kaleng) masuk kategori sembako.

“kita dapat informasi dari beberapa desa dan kelurahan ditanjungpandan, jika paket bantuan untk masyarakat terdampak covid 19 dikabupaten Belitung, pihak kelurahan dan desa mengambil sendiri paketnya dikantor camat tanjungpandan, dan biaya angkutan untuk mengambil paket itu menggunakan dana desa atau kelurahan, kemudian kita juga ingin bertanya, apakah sarden atau ikan kaleng masuk didalam kategori sembako,” papar Ansyar.

Selanjutnya Ansyar juga menyoroti paket Rp.250.000 itu, apakah memang nilai yang sampai ke masyarakat sebesar 250.000, atau ada potongan lainnya seperti biaya PPN dan PPH, dikarnakan Ansyar bersama Anjelo Brother Club ada memegang data harga sembako dari bulog, dan mendapati selisih harga yang lumayan jauh, bayangkan saja, bulog punya daftar semua harga yang ada dipaket bantuan pemerintah, kecuali sarden, jika dibandingkan terdapat perbedaan harga yang sangat lumayan.

” dari data bulog harga beras premium 115.000/10 kg,susu kaleng 12.500/kaleng,tepung terigu 9000/kg x 2kg=18.000, minyak goreng 11.500/literx2=23.000, gula pasir 12.500/kgx2=25.000, dari total semua itu didapat angka Rp.193.500, cuma kita tidak mendapatkan harga sarden per kaleng ukuran 425 gram dr harga rilis bulog, sementara itu kita cek di beberapa minimarket ,harga ikan sarden merk maya dengan ukuran 425 gram per kaleng Rp.17.500, sementara kita googling di internet, harga ikan sarden merk del monte(sarden yang dibagikan dalam paket sembako pemerintah daerah) harganya Rp.15.000/kaleng ukuran 425 gram untk pulau jawa, jika kita asumsikan harga ikan kaleng merk del monte ukuran 425 gram Rp.18.000 per kaleng jadi total bantuan sembako yg ada dalam plastik hitam bantuan sembako itu kami taksir nilainya Rp.229.500 rupiah, jika mengikuti harga bulok lebih murah, mengapa kita harus beli ke swasta, bukankan bulok merupakan lembaga resmi yg ditunjuk pemerintah untuk penjualan sembako,” papar ansyar.

Sementara itu, Reja Novian juru bicara Anjelo Brother club meminta supaya pemerintah bisa menjelaskan perhitungan harga bantuan sembako kepada masyarakat, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan menggunakan uang rakyat, jika berdalih sisa angaran untk distribusi dan dipotong oleh PPN dan PPH tolong dijelaskan juga.

“karena kita sudah baca Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 28/PMK.03/2020 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Terhadap Barang dan Jasa yang Diperlukan Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 juga mengacu pada Dalam PMK No. 116/PMK.010/2017 rincian barang kebutuhan pokok yang masuk dalam barang tidak kena PPN antara lain:
Beras dan gabah. Kriteria yang masuk dalam beras dan gabah yang tidak kena PPN adalah, berkulit, dikuliti, setengah giling atau digiling seluruhnya, disosoh atau dikilapkan maupun tidak, pecah, menir, selain yang cocok untuk disemai.
Jagung. Kriteria yang masuk dalam jagung yang tidak kena PPN adalah, telah dikupas maupun belum, termasuk pipilan, pecah, menir, tidak termasuk bibit.
Sagu. Kriteria sagu tidak PPN adalah, empulur sagu (sari sagu), tepung, tepung kasar dan bubuk.
Kedelai. Kriteria kedelai yang tidak kena PPN adalah berkulit, utuh dan pecah, selain benih.
Garam konsumsi. Kriterianya antara lain, garam yang beryodium maupun tidak (termasuk garam meja dan garam didenaturasi) untuk konsumsi/kebutuhan pokok masyarakat.
Daging. Kriteria daging tidak kena PPN adalah, daging segar dari hewan ternak dan unggas dengan atau tanpa tulang yang tanpa diolah, baik yang didinginkan, dibekukan, digarami, dikapur, diasamkan, atau diawetkan dengan cara lain.
Telur. Kriteria telur yang tidak PPN adalah, telur tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan atau diawetkan dengan cara lain, tidak termasuk bibit.
Susu. Kriteria susu sebagai barang tidak kena PPN adalah, susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun dipanaskan (pasteurisasi), tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya.
Buah-buahan. Kategori buah yang tidak kena PPN adalah buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, digrading, selain yang dikeringkan.
Sayur-sayuran. Yang masuk kategori sayur-sayuran tidak kena PPN adalah, sayuran segar, yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan/atau disimpan pada suhu rendah atau dibekukan, termasuk sayuran segar Aturan ini disahkan per tanggal 6 April 2020.kedepan kita minta DPRD tegas dalam melakukan pengawasan anggaran jangan sampai ada tangan jahil dibalik bencana,” harap Reja.( Al )

Komentar

News Feed