oleh

Status “Deferred” Untuk Geopark Belitong

-Berita, Daerah-99 views

SIARAN PERS (PRESS RELEASE)

Menanggapi pemberitaan terbaru terkait hasil Pertemuan Badan Eksekutif UNESCO ke-209 (the 209th Session of the Executive Board-UNESCO) di Paris yang salah satunya mengumumkan tentang “lolosnya Geopark Kaldera Toba sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGGp)”, sekaligus guna mengkonfirmasi informasi terkait status Geopark Belitong dalam Pertemuan Badan Eksekutif UNESCO dimaksud, dengan ini kami selaku Ketua Umum Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong, ingin menginformasikan hal-hal sebagai berikut;

Bahwa berdasar hasil koordinasi langsung sekretariat BP Geopark Belitong (atas sepengetahuan KNIU, KNGI dan Dubes RI untuk UNESCO) kepada sekretariat UGGp di Paris, Prancis, yang intinya bermaksud mengkonfirmasi tindak lanjut atas status “deferred” untuk Geopark Belitong dalam hasil UGGp Council Meeting di Lombok tahun 2019 lalu, dengan hasil sbb;

  1. Usulan Geopark Belitong untuk menjadi anggota UGGp, resmi dinyatakan dalam status “deferred” atau “ditangguhkan”. Hal ini bermakna bahwa Geopark Belitong diberi kesempatan maksimal selama 2 tahun ke depan untuk dapat menyampaikan “progress report” sesuai rekomendasi yg disampaikan tanpa harus mengajukan usulan ulang dossier maupun evaluasi lapangan oleh evaluator/assessor UGGp.
  2. Penyampaikan progress report paling lambat September tahun 2020 melalui jalur resmi yang sudah ditentukan dalam hal ini melalui KNIU (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO) sebagai institusi yang menjembatani antara program UNESCO dengan program pemerintah Indonesia, begitupun sebaliknya.
  3. Adapun rekomendasi yang diminta adalah penjelasan deliniasi peta wilayah Geopark Belitong, yang sebelumnya sempat dinyatakan belum memenuhi format dan persyaratan sebagaimana Statuta UGGp.
  4. Saat ini perbaikan peta dimaksud sudah diselesaikan oleh BP Geopark Belitong, dan telah dikoordinasikan kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini oleh Badan Geologi, Kementerian ESDM, KNGI dan KNIU, untuk dilakukan review dan koreksi. Hal ini sesuai amanat Perpres No. 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark).
  5. BP Geopark Belitong akan segera mengirimkan progress report sesuai yg diminta tanpa harus menunggu sampai bulan September 2020 mendatang, karena sudah dipersiapkan. Saat ini kami menunggu surat resmi dari sekretariat UGGp yang dikabarkan akan segera dikirim setelah Pertemuan Badan Eksekutif UNESCO ke-209 (berakhir 10 Juli yang lalu) sebagai dasar penyampaian progress report secara resmi oleh BP Geopark Belitong melalui KNIU.
  6. Progress report yang disampaikan akan dimasukan dalam agenda “UGGp Council Meeting” selanjutnya, dimana berdasarkan informasi yang kami terima masih belum dapat dipastikan jadwalnya mengingat status global pandemi COVID-19. Untuk sementara diinformasikan akan dilaksanakan bulan November tahun 2020 di Paris, Prancis.

Perlu diketahui bahwa pemerintah Indonesia mengusulkan 2 kandidat UGGp pada 2018 lalu dimana berdasarkan hasil UGGp Council Meeting 2019 yang dilanjutkan dengan penetapan secara resmi dalam the 209th Session of the Executive Board-UNESCO (10 Juli 2020), menetapkan hasil: “accepted” (diterima) untuk Geopark Kaldera Toba dan “deferred” (ditangguhkan) untuk Geopark Belitong. Sebagai informasi tambahan, masih ada status lain dalam kriteria UGGp yaitu “rejected” (ditolak), dimana untuk yg berstatus ditolak harus dilakukan pengusulan ulang sama seperti usulan baru dan harus melalui tahapan penilaian dari awal, mulai dari penyampaian proposal baru (aplikasi dossier)

Kami mohon dukungan moril dan doa dari seluruh masyarakat Belitong agar Geopark Belitong bisa segera mendapat pengakuan dan menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGGp) menyusul 5 (lima) Geopark lainnya yang sudah terlebih dahulu mendapatkannya. Tentunya ini merupakan upaya untuk melindungi warisan geologi di Belitong dan peluang besar untuk memperluas promosi pariwisata berkelanjutan Belitong di masa depan.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada mitra-mitra strategis BP Geopark Belitong yang selama ini dengan konsisten membantu pengembangan Geopark Belitong, antara lain Yayasan Alumni ITB 81, Pemkab. Belitung, Pemkab. Belitung Timur, Pemprov. Kep. Bangka Belitung, BUMD Belitong Mandiri, BCA, PT. Pelindo, PT. Timah, Bank Sumselbabel, Honda, Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, PLN, Swiss-Belresort Belitung, Santika Premier Belitung, Dharmawangsa Group, Dolanesia (Martin Lukas); kementerian dan lembaga seperti Kemenparekraf, Kemendikbud, Kemenkomar, Kementerian ESDM, KemenLH, KNIU, KNGI, Badan Geologi, Pertamina, BPJS-TK; perguruan tinggi seperti UNPAD, IPB, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UBB, STP-NHI, UGM, UNILA; asosiasi kepariwisataan seperti ASITA, ASPPI, HPI, ISPB; organisasi kemasyarakatan seperti INLA Belitung, IKMB Jakarta, Gapabel, serta individu-individu dan pihak lainnya yang secara sukarela banyak membantu pengembangan Geopark Belitong dari awal hingga saat ini.

Kami ucapkan banyak terima kasih pada semua pihak dan berharap semoga dapat terus memberi dukungan secara berkesinambungan meskipun status UGGp sudah didapatkan nantinya, demi kemajuan Pulau Belitong yang sama-sama kita cintai.

Belitong, 12 Juli 2020
YUSPIAN, S.Sos
Ketua Umum
Badan Pengelola Geopark Belitong

Komentar

News Feed