oleh

Terjun Langsung Bantu Petani Pupuk Lahan, Kapolsek Gantung Dukung Ketahanan Pangan

-Berita, Daerah-98 views

Polres Beltim_ Ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah yang di tinjak lanjuti oleh Polri sebagai pendukung “Kampung Tegep mandiri” (KTM) pada situasi pandemi Covid-19 dan antisipasi jika pandemi Covid-19 masih berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Ketahanan pangan dimaksudkan sebagai ketersediaan kecukupan pangan di suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan stok makanan.

Desa Gantung salah satu wilayah yang menyatakan siap sebagai wilayah Kampung Tegep Mandiri sangat berpotensi bisa melaksanakan ketahanan pangan dengan luas lahan pertanian yang cukup menunjang. Dengan lokasi ratusan hektar yang bertempat di Danau Nujau Desa Gantung. Lahan pertanian Danau Nujau merupakan salah satu penghasil pangan / beras di Kec. Gantung Kab. Beltim. Untuk itu Kapolsek Gantung Iptu Wawan Suryadinata, S. IK terus melakukan pemantauan, mendorong dan memotivasi para petani untuk mewujudkan ketahanan pangan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, Kapolsek Gantung dan personel Polsek selain terus melakukan pembinaan juga turut membantu petani melakukan pemupukan padi di Sawah Danau Nujau. Polsek Gantung sagnat mendukung kegiatan Ketahanan Pangan Masyarakat. Dengan bekerja sama menggandeng Gapoktan Danau Nujau, kegiatan pemupukan padi ini merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan Polsek Gantung yang sebelumnya kapolsek Gantung bersama personel membantu pembukaan dan pengolahan lahan pertanian tersebut, pengapuran sampai penanaman padi memakai sistem Tabela (tanam benih langsung).

Seperti yang di ungkapkan Kapolsek Gantung Iptu Wawan Suryadinata, SIK mengatakan persawahan di Danau Nujau merupakan sumber ketahanan pangan di Belitung Timur, dengan apa yang kita lakukan ini adalah wujud kepedulian kita dalam situasi pandemi saat ini, kita berharap kondisi kita yang sudah menjalankan tatanan hidup baru dapat segera pulih, sehingga tatanan sosial, ekonomi masyarakat bisa segera bangkit kembali,” ungkap Iptu Wawan Suryadinata

Dari informasi yang kami dapat sebelumnya, biasanya dalam satu hektar lahan pertanian, biasa hanya menghasilkan 1, 5 ton, kali ini kita coba targetkan panen sebanyak dua ton beras. Sehingga lahan yang saat ini kita bantu kelola bisa memberikan efek positif bagi petani lainnya. Hasil panen padi yang pernah kami lihat tidak kalah kualitasnya dengan merk yang biasa dijual di pasaran. Kami akan berusaha keras secara bersama dengan Gapoktan dan petani mwujudkan target panen padi 2 ton, kami mohon doa agar sepanjang proses tersebut diberikan kelancaran dan harapan bisa terwujud,” pungkas Iptu Wawan Suryadinata. iqb/dv ( Sukardi/Ali )

Komentar

News Feed