oleh

BEM AMB Angkat Bicara Dugaan Penistaan Agama

-Berita, Daerah-29 views

-Apresiasi Kinerja Polres Ungkap Kasus Arak

Tanjungpandan – Laporan dugaan penistaan Agama oleh anggota DPRD Kabupaten Belitung Fendi Haryono,terhadap Akun Roy Setiawan yg merupakan salah satu petinggi partai dikabupaten ini,menjadi pembicaraan panjang di media sosial maupun diwarung-warung kopi,tak terkecuali dikalangan pemuda dan juga mahasiswa.

Muhammad Ihsan Saputra,Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa,Akademi Manajement Belitung mengatakan jika mualaf merupakan istilah dalam agama islam/muslim,jika sesesorang menuliskan kalimat “ngaku mualaf hanya untuk jabatan,”dalam postingannya,jelas sangat melukai hati mualaf lainnya,apalagi yg membuat status itu adalah orang yang bukan beragama Islam,jelas sekali sangat tidak baik dan terkesan mengolok-ngolok.

“jangan campuri urusan agama islam bagi anda yg bukan beragama islam,karena akan menimbulkan konflil bagi masyarakat dan ini sangat sensitif ,dalam islam Pada Surah At-Taubah Ayat 60 disebutkan bahwa para mualaf termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat.Jelas sekali mualaf ini masuk dalam kategori istimewa dalam agama islam,kami meminta pihak polda Babel segera mengusut tuntas permasalahan ini,menempatkan hukum sebagai panglima keadilan tertinggi di negeri ini,biar tidak menjadi konflik berkepanjangan dan konflik horizontal,kami juga mengajak masyarakat untuk mengawal kasus ini bersama-sama,”jelas Ihsan.

Apresiasi Kinerja Polres

BEM AMB melalui Presiden BEM mengapresiasi kinerja polres terkait dengan pengungkapan kasus pabrik arak beberapa waktu lalu oleh bupati Belitung,dimana berita dibeberapa media masa hari ini,sudah ada 3 orang yang ditetapkan tersangka oleh polres Belitung pada kasus arak.

“kedepan mudah-mudahan,tidak akan ada lagi peredaran arak yg merupakan minumam keras tanpa merk dan tanpa lebel dari dinas kesehatan ini beredar dimasyarakat,kita berharap juga dengan kejadian ini bisa menimbulkan efek jera bagi pembuat dan penjual arak,”papar Ihsan.

Komentar

News Feed