oleh

HMI Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Jangan Terjebak Isu SARA

-Berita, Daerah-121 views

HMI Soroti Arak dan Penyalahgunaan Obat

Tanjungpandan – Buntut dari penggerbekan kasus arak oleh Bupati Belitung beberapa waktu lalu menimbulkan dampak sosial yang serius,kasus tersebut sudah diserahkan kepada pihak Polres Belitung,tinggal meninggu kabar perkembangan kasus ini.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat AMB melalui juru bicaranya Vian Wahyudi menuturkan jika arak memang bahaya dan bisa merusak mental serta moral generasi muda,selain arak yg sedang marak dikalangan remaja saat ini adalah penyalah gunaan obat,seperti obat batuk,obat sakit perut dll,yang memang jika dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek mabul dan memghilangkan kesadaran,dalam Islam sendiri soal mabuk dan minuman keras sudah sangat tegas dan jelas diharamkan.

” Pada surat Al-Maidah ayat 90 , Allah swt. berfirman “fajtanibuuhu/maka jauhilah” yang menekankan keharaman khamr dan hal-hal yang disebutkan di dalam ayat. Allah swt. dengan tegas menunjukkan keharaman untuk mendekati minuman keras, apalagi mengonsumsinya.sedangkan Hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Umar r.a.bahwasannya Nabi saw. bersabda yang artinya, “Setiap hal yang memabukkan itu khamr, dan setiap yang memabukkan itu haram.” (H.R. Muslim),dari ayat dan hadis diatas itu jelas jika yg memabukkan itu adalah haram,termasuk arak dan penggunaan obat-obatan yang berlebihan,”jelas Vian

Vian menambahkan Sayyidina Umar bin Al-Khattab r.a. telah menjelaskan tentang makna khamr, yakni “Sesuatu yang dapat menutupi dan mengahalangi akal (untuk berpikir dengan jernih/sadar)”. Para sahabat Nabi saw. pun telah menyepakati penjelasan (makna khamr) ini, keharaman khamr/minuman keras, serta sebab keharamannya adalah dapat memabukkan.

“jadi bagi kita muslim tidak ada alasan untuk tidak memerangi sesuatu yg memabukkan,termasuk narkoba,disini kami lebih fokus pada arak dan penyalahgunaan obat,Narkoba itu barang mahal sangat sulit untuk terjangkau bagi kalangan pelajar,mahasiswa dan pemuda dikabupaten Belitung,kita percayakan proses penegakan hukum arak kemaren kepada pihak kepolisian,kami yakin dinegara ini panglima tertinggi adalah hukum,dimata hukum semua sama posisinya,”papar Vian.

Ajak Masyarakat Tetap Tenang dan Jangan Terjebak Isu SARA

Menanggapi laporan ormas PITI ke Polda Babel mengenai dugaan penistaan agama islam,Vian mengajak masyarakat tetap tenang dan jaga kerukunan umat beragama,biarkan proses hukumnya ditangani oleh pihak yang berwenang,percayakan proses hukum kepada pihak penyikit.

“kita minta masyarakat Belitung tetap tenang menanggapi laporan PITI mengenai dugaan penistaan Agama,biarkan aparat penegak hukum bekerja,bersama-sama kita kawal,biar hukum bisa ditegakkan,jaga kerukunan dan keharmonisan hubungan dimasyarakat,baik antar agama maupun antar suku,karena kerukunan umat beragama dipulau Belitung sudah terpelihara sejak dahulu,hidup berdampingan dan rukun sudah menjadi budaya dan kebiasaan bagi masyarakat pulau Belitung,”pinta Vian.

Komentar

News Feed