oleh

Kapolres Beltim Dampingi Tim Gabungan Provinsi Dalam Rangka Penilaian Kampung Tegep Mandiri

Polres Beltim_ Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo, SIK, M.H langsung menyambut kedatangan Tim gabungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk melakukan penilaian “Kampung Tegep Mandiri”. Kedatangan Tim yang terdiri dari 16 orang tersebut guna memastikan realisasi kegiatan dilapangan akan kesiapan suatu Desa atau Kampung dalam menanggulangi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Desa atau Kampung tersebut.

Tim gabungan penilaian “Kampung Tegep Mandiri”, terdiri dari Kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Dinas Ketahanan Pangan dan lembaga terkait.

Kedatangan Tim yang dipimpin oleh Kombes Pol Kombes Afriadi, SIK yang didampingi oleh AKBP M. Yusup. Se, Kompol Raspandi, Kompol Hutasoit, Korem Mayor Nawawi, dr. Jimmi. S, Brigadir Benbela, Brigadir Roy Riyadi, Humas Pokdar Kamtibmas Bapak Agus Ismunarno.

Untuk Tim penilai Pemprov yang akan menilai masing-masing bidang sesuai dengan target pencapaian “Kampung Tegep Mandiri” terdiri dari DR. Ahmad Fauzan Syahzian (Kabid pencegahan & Kesiapsiagaan), Nugroho, SIP (Kasie Kesiapsiagaan), Yudistira (Pranata Komp. Pelaksana), Sumerfi (Kasubbag Perencanaan), Audey Roberto (Staf Kesiapsiagaan), Dari Dinkes. Ibu Rita Agustina, Dari Dinas Pangan Bapak Sarmili.

Ada dua Desa di wilayah Kab. Beltim yang ikut di lombakan yaitu Desa Gantung dan Desa Mentawak. Untuk penilaian pertama di Desa Gantung, Tim tiba di lokasi Posko siaga Covid-19 Desa Gantung pukul 09.15 Wib, Tim juga disambut oleh Camat Gantung, Kades Gantung dan seluruh yang terlibat di Posko Covid-19 Desa Gantung. Tim melakukan penilaian terkait hasil UMKM Desa, tanaman hidroponik, dokumen pendukung kegiatan yang telah di lakukan dan di upayakan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19, rumah isolasi yang disiapkan Desa, sampai dengan sawah sebagai lokasi ketahanan pangan Desa Gantung.

Setelah melakukan penilaian di Desa Gantung, Tim langsung meluncur ke Desa Mentawak Kec. Kelapa Kampit. Untuk indikator penilaian “Kampung Tegep Mandiri” ditekankan pada tiga aspek yakni, kesehatan, sosial budaya dan keamanan dan ketiga program tersebut harus dan dapat direalisasikan dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat.

Pada aspek kesehatan, masyarakat dilakukan pendataan baik yang masuk maupun yang keluar kampung dengan tetap mentaati protokol kesehatan COVID-19. Untuk sosial budaya sendir, dengan memperkuat ketahanan pangan lokal seperti memanfaatkan lahan atau pekarangan rumah yang kosong untuk ditanami berbagai jenis tanaman termasuk pula budidaya perikanan atau peternakan.

Sementara bidang keamanan, mendorong masyarakat bergotong royong, menciptakan kondisi lingkungan yang aman, tertib dan konduksif termasuk persoalan pangan. Diharapkan dengan dibentuknya “Kampung Tegep Mandiri” agar kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam hal penanganan dan penanggulangan masa pandemi Covid-19 bisa menstabilkan situasi di suatu Desa tersebut.

Masyarakat dilibatkan dengan tujuan bahwa pandemi Covid-19 bukan hanya dari pihak Pemerintahan atau Polri dan TNI saja yang berperan, namun secara bersama seluruh elemen untuk mengambil peranan positif, sehingga dengan kebersamaan terutama terpenuhinya tiga sektor pada “Kampung Tegep Mandiri” dapat menjaminkan pandemi Covid-19 mampu di hadapi bahkan rantai penyebarannya bisa diputuskan. dv/nnd ( Sukardi/Ali )

Komentar

News Feed