oleh

Kapolres Beltim Hadiri Rapat Paripurna Istimewa III Persidangan II Tahun 2020, Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

-Berita, Daerah-13 views

Polres Beltim_ Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo, SIK, M.H menghadiri rapat paripurna istimewa III persidangan II Tahun 2020, mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2020. Untuk wilayah Kabupaten Belitung Timur dilaksanakan di gedung DPRD Kab. Belitung Timur yang di gelar pukul 10.00 Wib.

Pelaksanaan rapat paripurna istimewa III dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Beltim Fezzi Ultolseja, SE, M.M yang dihadiri oleh Kapolres Beltim, Wakil Bupati, Anggota Dewan DPRD Kab. Beltim, Danramil Manggar, Danpos AL dan tamu undangan lainnya. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Sidang, bahwa sidang dibuka untuk umum dan bersifat terbuka.

Pidato Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo ditayangkan secara live yang disaksikan oleh seluruh peserta sidang. Dalam pidatonya Presiden RI mengatakan Semestinya sejak dua minggu yang lalu berbagai lomba dan kerumunan penuh kegembiraan, karnaval-karnaval perayaan peringatan hari kemerdekaan diadakan, menyelimuti suasana bulan kemerdekaan ke-75 RI. Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka.

Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali sedang menghadapi masa sulit ditengah pandemi Covid-19. Dalam catatan WHO sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%. Harus melakukan re-start, Harus melakukan re-booting. Dan semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.

Saya menyambut hangat, seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama dan tokoh-tokoh budaya, agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar. Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan termasuk kesehatan dan pendidikan.

Pada usia ke 75 ini kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. Dan 25 tahun lagi pada usia seabad Republik Indonesia kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia negara maju. Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, kita harus cepat bergerak. Memberi bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai, subsidi & diskon tarif listrik, BLT Desa, subsidi gaji.

Untuk itu semua, pemerintah cepat melakukan perubahan rumusan program. Menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini. Melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat. Membantu UMKM memperoleh restrukturisasi kredit, banpres produktif berupa bantuan modal darurat & membantu pembelian produk-produk mereka. Membantu tenaga kerja korban PHK antara lain melalui Bantuan Sosial dan Program Prakerja.

Banyak hal yang disampaikan oleh Presiden RI, di akhir pidato Kenegaraan, Presiden RI mengatakan Mari kita pecahkan masalah fundamental yang kita hadapi. Kita lakukan lompatan besar untuk kemajuan yang signifikan. Krisis memberikan momentum bagi kita, untuk mengejar ketertinggalan, melakukan transformasi besar dengan melaksanakan strategi besar. Kita harus bajak momentum krisis ini. Kita harus serentak dan serempak memanfaatkan momentum ini. Menjadikan Indonesia setara dengan negara-negara maju. Menjadikan Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Negeri Pancasila Merdeka!. dv/nnd

Komentar

News Feed