oleh

Nada Minor Senandung Alam

-Berita, Daerah-14 views

Tebat Rasau awalnya biasa saja, lalu begitu dilakukan penelitian ternyata ada jejak sungai purba. Ratusan ikan tumbuh disana. Ungkapan Bupati Belitung H Sahani Saleh dihadapan para petinggi perguruan tinggi dalam jamuan makan malam di Resto Pandan House Kamis malam (3/9) bukan tanpa maksud. “ Lebih dari dari 100 species ikan adalah contoh hasil dari kegiatan penelitian,” ujar Bupati yang dibenarkan Etyn Yunita-peneliti potensi ikan air tawar di Sungai Lenggang yang hadir dalam jamuan makan.

Bupati Belitung Sahani Saleh juga mengilas balik tercetusnya ide mengembangkan taman kekayaan alam (Geopark) yang diinisiasi alumni ITB 81 sekitar tahun 2016. “ Sekedar dukungan (sarana) operasional seperti kendaraan kita bisa,” kata Bupati kala itu. Dan ketika Tim Assesor dari Unesco datang pun tak terlihat keganjilan, bahkan menurut Bupati mereka memberikan nilai ‘cumlaude’. “ (Bandingkan) dengan 13 minor Geopark Toba. Minor kita hanya peta yang tidak dilampirkan ”.
Tak ingin berkeluh kesah lebih panjang, Bupati Belitung memancing petinggi sejumlah universitas diantaranya Universitas Sahid, Universitas Padomoro, Universitas Maritim Raja Ali Haji Riau untuk menjalin kerjasama. “Kedepan (kita perlu) kerjasama mengelola taman kekayaan alam. Kekayaan alam ini perlu diwariskan dengan edukasi, ” kata Bupati yang didampingi Wakil Bupati Isyak Meirobie.

“ Notingham University tertarik dengan potensi hutan kerangas karena kaya dengan tanaman herbal dan pengawet makanan alami.” Bupati lantas menerangkan bagaimana pengetahuan lokal itu menjadi daya peneliti luar negeri.
” Masyarakat sudah lama menggunakan kulit pelepak dan akar mentuben dalam proses pembuatan gula aren, ” lebih lanjut Sahani Saleh mengungkapkan kalimat bijak, “ Hidup kita ini di alam (maka) mestinya menyayangi alam.”

Minor pada Dossier Geopark hanyalah sebagian kecil senandung berproses. Begitupun nada minor lain yang dijadikan kelakar di kedai kopi. Namun kalimat bijak Pak Sanem mengingatkan bahwa alam ini telah lama menjadi guru bagi manusia. “ Belitung berada pada pertemuan arus di perairan yang tergolong dangkal sehingga matahari bisa masuk (ke dasar laut), membuat karang tumbuh, plankton hidup. Sekarang cumi cumi diminati orang Jepang. Biasanya, kalau bulan Oktober hingga Desember ke cumi-cumi banyak di bagian Utara seperti Sungai Padang. Begitu habis, sekitarJanuari Maret ke Timur lalu ke Selatan. Begitu seterusnya.”

Apa yang disampaikan Sahani yang juga penghobi mancing ini mengilustrasikan bagaimana alam telah menyusun lirik untuk disenandungkan namun senandungnya memberi tuah bagi manusia. Dalam senandung alam pastinya ada nada minor, maka perlu diambil hikmah atas segala bencana dan kendala yang dialami (Fiet/IKP)

Komentar

News Feed