oleh

Satria Minta Kejelasan Kasus Arak dan Dugaan Penistaan Agama

Tanjungpandan-Menanggapi aksi damai yang dilakukan oleh ormas Islam yang terdiri dari,persatuan islam thionghua Indonesia (PITI ) kabupaten Belitung,Antab Belitung dan beberapa simpatisan dari sejumlah mesjid di kabupaten Belitung,pada Minggu (6/09/20) terkait proses hukum pabrik arak dan juga dugaan penistaan agama oleh salah satu petinggi partai yang juga mualaf.

Auli Amarta,ketua DPC Satria Kabupaten Belitung menilai perlunya kejelasan dan keterbukaan dalam proses hukum kedua kasus itu,kedua kasus itu sungguh mengganggu fikiran banyak pihak,karena menimbulkan kerusakan yang besar,apalagi kasus dugaan penistaan agama yang jelas-jelas bisa merusak kerukunan umat beragama, dan bisa menimbulkan perpecahan.

“dipulau ini kita biasa hidup berdampingan,beda agama,beda suku dan beda ras,tapi selalu berdampingan, hidup rukun dan damai bahkan saling menghormati dan menghargai,jangan sampai gara-gara kasus dugaan penistaan agama ini menimbulkan perpecahan,dipulau belitung ini,kita memiliki toleransi yang sangat tinggi,sedangkan untuk kasus pabrik arak yang meruoakan minumam beralkohol tanpa lebel resmi juga sangat meresahkan,menimbulkan kerusakan bagi generasi muda,”papar Auli.

Auli memaparkan bahwa aksi kemaren hanyalah percikan kecil dari suatu bentuk protes terhadap lambannya proses penegakan hukum kedua kasus itu,jangan sampai karena proses hukum yang lambat menimbulkan gejolak masyarakat yang lebih besar.

“kita minta agar aparat penegak hukum lebih transparan dan segera mengungkap takbir pada kedua kasus itu,kita percaya pihak kepolisian bisa berlaku adil dan menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi dalam keadilan di negara ini,kita perlu menjaga kerukunan umat,kami juga menghimbau supaya masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial,jangan sampai kejahilan jari anda,menimbulkan keresahan dan perpecahan di pulau yang damai dan tentram ini,”pinta Auli

Komentar

News Feed