oleh

Bhabinkamtibmas Desa Mentawak “Bripka Habibi” Jadi Nara Sumber Etika Berlalu Lintas

-Berita, Daerah-16 views

Polres Beltim_ Transportasi darat khususnya bidang lalu lintas dan angkutan jalan merupakan komponen yang sangat penting dari  sektor Perhubungan. Perpindahan manusia, barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat tujuan setiap tahunnya mengalami kenaikan volume yang cukup signifikan. Kendaraan dengan menggunakan tenaga mesin memang sudah menjadi fasilitas kebutuhan wajib bagi setiap orang guna mempercepat gerakan aktivitas terutama jarak yang jauh.

Tentu dengan meningkatnya volume kendaraan di suatu wilayah, harus lah juga didukung dengan sarana jalan yang memadai, lebar dan panjang jalan yang baik tentu menjadi faktor utama untuk mendukung kelancaran berkendara. Namun semua itu tentu kembali lagi kepada orang yang mengendalikan kendaraan tersebut atau si pengendara itu sendiri. Meskipun faktor jalan dan fasilitas lainnya memadai dan kendaraan juga dalam kondisi prima, jika si pengendara tidak tau etika berlalu lintas tentu faktor pendukung menjadi sia-sia bahkan ancaman Kamseltibcar lantas bisa terjadi.

Dipandang perlu untuk memberikan edukasi dan pengetahuan kepada warga Desa binaan, Bripka Habibi selaku Bhabinkamtibmas Desa Mentawak menjadi nara sumber “Etika Berlalu Lintas” yang di laksanakan di Balai Dusun Bukit Durian Desa Mentawak, (Sabtu, 17/10/2020). Etika berlalu lintas memang haruslah mampu diterapkan oleh setiap orang ketika berkendara, bukan hanya sekedar bisa mengendarai atau sekedar bisa tarik gas kemudian jalan. ketika etika berlalu lintas tidak diterapkan, hal tersebut bisa menjadi salah satu faktor memungkinkan terjadinya laka lantas.

Bripka Habibi mengatakan, etika berlalu lintas sangat penting dan hal tersebut akan berkaitan erat kepada individu si pengendara itu sendiri, sampai dimana dia memahami aturan lalu lintas, seperti adanya tanda rambu di jalan raya, adanya tanda marka jalan. Jika setiap pengendara bisa memahami hal tersebut, maka secara otomatis etika berlalu lintas akan tercipta.

Lanjutnya, dalam penggunaan fasilitas jalan kita harus menyadari bahwa kita tidak sendirian, namun bersama dengan banyak orang karena kita hidup bermasyarakat dan semua orang mempunyai hak yang sama di jalan raya. Cakupan masyarakat tentu sangat luas, dan pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda dan cenderung memikirkan kepentingannya masing-masing. Tanpa adanya Etika Berlalu Lintas mungkin kita tidak bisa membayangkan, pasti sering terjadi kecelakaan di jalan raya. Kejadian ini disebabkan kurangnya  tenggang rasa antar pengguna jalan, pengemudi cenderung egois ingin cepat sampai. Jika ini dibiarkan terus-menerus maka angka kecelakaan akan semakin meningkat. Oleh karena itu perlu adanya pemahaman dan pelaksanaan Etika Berlalu Lintas.

Etika Berlalu Lintas yaitu pedoman sikap atau aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lain di dalam berlalu lintas. Etika tidak hanya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saja, namun etika juga sangat penting diterapkan dalan berlalu lintas. Prinsip etika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan etika berlalu lintas hampir sama yaitu tenggang rasa dan saling menghargai. Dalam berlalu lintas kita harus tenggang rasa dengan pengguna jalan lain dan jangan mementingkan egois.

Kunci dari pada etika berlalu lintas adalah kita sadar bahwa di jalan raya ketika berkendaraan sudah ada aturan lalu lintas yang baku dan wajib di taati setiap pengendara, kita sadar bahwa bukan hanya kita sendiri yang berhak menggunakan fasilitas jalan raya dan kita harus bersikap tidak arogan ketika di jalan raya,” terang Bripka Habibi

Bripka Habibi juga menyampaikan kepada warga Desa Mentawak yang hadir, untuk bisa membantu menumbuh kembangkan kesadaran dan kedisiplinan terkait penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, kita masih dalam situasi pandemi covid-19. Kita harus saling peduli dan melindungi sesama kita, jangan sampai ada warga yang terpapar. Minimal dalam keseharian kita bisa menjalankan 3 M (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas),” pungkasnya. dv/adn ( Sukardi/Ali )

Komentar

News Feed