oleh

AKBP Jojo Sutarjo, SIK, M.H Sampaikan Amanat Kapolri Saat Gelar Pasukan Ops Lilin Menumbing 2020

-Berita, Daerah-14 views

Polres Belitung Timur_ Manggar, Ops Lilin Menumbing 2020 yang digelar pada Senin, 21 Desember 2020, di Halaman Mapolres Belitung Timur pada pukul 07.00 Wib dihadiri oleh Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo, SIK, M.H, Wakil Bupati Drs. Burhanudin, Danramil Manggar, Danramil Gantung, Danramil Kelapa Kampit, Danpos AL, Kepala BPBD, Kasat Pol PP, Kadinkes, Kadishub dan tamu undangan lainnya.

Kapolres Beltim sendiri bertindak selaku pimpinan apel gelar pasukan menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Drs. Idham Aziz, M.Si yang mengatakan bahwa Ops lilin yang di gelar diseluruh jajaran Kepolisian dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2020 dan sambut tahun baru 2021.

Untuk pasukan yang di libatkan pada saat apel Gelar Pasukan dari TNI, Polres Beltim gabungan Polsek jajaran, Satuan Pol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar dan Senkom. Yang bertindak selaku Perwira apel gelar pasukan Kasat Sabhara AKP Suseno Joko Waluyo, untuk Komandan apel gelar pasukan Ipda JR. Manungkalit.

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi “Lilin2020” dalam rangka pengamanan perayaan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan Mitra kamtibmas lainnya. Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktifitas pada pusat keramaian. Peningkatan aktifitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin-2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari, mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman. Dalam pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polri telah mempersiapkan 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, dan 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dl. 3 Peserta apel gelar pasukan, hadirin, dan tamu undangan yang saya hormati, Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimatee dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli.

Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19. Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus kita antisipasi, antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

Kapolres Beltim bersama forkopimda juga melakukan pengecekan kesiapan pasukan yang akan di siagakan untuk pengamanan perayaan Natal 2020 dan sambut tahun baru 2021 di seluruh wilayah Kab. Beltim. Kapolres Beltim tegaskan tidak akan mengeluarkan izin keramaian dengan alasan apapun terkait perayaan Natal terlebih perayaan tahun baru, yang mana tahun ini masih dalam kondisi di tengah pandemi covid-19 dan tentu kita harus menghindari kerumunan. Jangan perayaan dua moment besar yang biasa dilakukan di Negara kita menjadi clauster terbaru menambah angka penyebaran covid-19. adn/dv ( Sukardi)

Komentar

News Feed