oleh

Bibit Yang Di sediakan Kurang Bagus, KTH Padat Karya Mutiara Laut Lakukan Pembibitan Sendiri

Program padat karya KLHK dan BRGM yang bertujuan untuk memulihkan lingkungan sekaligus pemulihan ekonomi, dimana masyarakat dilibatkan secara langsung didalam pelaksanaannya, namun dalam melaksanakannya berbeda beda dan pembayaran upahnya ada yang dilakukan perhari dan ada yang menggunakan borongan.

Seperti KTH Padat Karya Mutiara Laut Desa Dendang dalam melaksanakan proyek penanaman mangrove mereka minta diborong, seperti penjelasan sekretaris KTH Padat Karya Mutiara Laut , Jaya Sasmita,” kelompok kami ada 30 orang, bahkan lebih namun sistim kerja yang kami minta diborongkan per setengah hektar lebih dengan upah sekitar 4 jutaan, alasan kami dengan diborongkan pekerjaan cepat dilaksanakan, namun dalam melaksanakan pekerjaan terkendala air pasang, jadi melakukan penanaman menunggu air laut surut, sementara untuk saat ini air surut malam jadi nanamnya malam hari,” ujar Jaya.
” bibit mangrove yang kami tanam sebagian di datangkan dari Beltim sebagian lagi kami melakukan pembibitan sendiri dengan menggunakan bibit lokal yang kami kumpulkan dan semai hingga tumbuh daunnya lebih dari 2 atau 3 daun dan itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan kemudian baru tumbuh daun daunnya, jelas Jaya
” Dengan adanya pekerjaan penanaman bibit mangrove ini alhamdullilah masyarakat yang tergabung di KTH ini terbantu ekonominya karena bisa mendapatkan upah dari hasil penanaman mangrove tersebut,” ujar Jaya

Bibit Yang Di sediakan Kurang Bagus, KTH Padat Karya Mutiara Laut Lakukan Pembibitan Sendiri Program padat karya KLHK dan BRGM yang bertujuan untuk memulihkan lingkungan sekaligus pemulihan ekonomi, dimana masyarakat dilibatkan secara langsung didalam pelaksanaannya, namun dalam melaksanakannya berbeda beda dan pembayaran upahnya ada yang dilakukan perhari dan ada yang menggunakan borongan. Seperti KTH Padat Karya Mutiara Laut Desa Dendang dalam melaksanakan proyek penanaman mangrove mereka minta diborong, seperti penjelasan sekretaris KTH Padat Karya Mutiara Laut , Jaya Sasmita,” kelompok kami ada 30 orang, bahkan lebih namun sistim kerja yang kami minta diborongkan per setengah hektar lebih dengan upah sekitar 4 jutaan, alasan kami dengan diborongkan pekerjaan cepat dilaksanakan, namun dalam melaksanakan pekerjaan terkendala air pasang, jadi melakukan penanaman menunggu air laut surut, sementara untuk saat ini air surut malam jadi nanamnya malam hari,” ujar Jaya. ” bibit mangrove yang kami tanam sebagian di datangkan dari Beltim sebagian lagi kami melakukan pembibitan sendiri dengan menggunakan bibit lokal yang kami kumpulkan dan semai hingga tumbuh daunnya lebih dari 2 atau 3 daun dan itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan kemudian baru tumbuh daun daunnya, jelas Jaya ” Dengan adanya pekerjaan penanaman bibit mangrove ini alhamdullilah masyarakat yang tergabung di KTH ini terbantu ekonominya karena bisa mendapatkan upah dari hasil penanaman mangrove tersebut,” ujar Jaya Sementara itu Yandi ketua KTH Padat Karya Mutiara Laut menambahkan,” bibit untuk penanaman mangrove didatangkan dari Beltim, namun kami minta melakukan pembibitan sendiri karena menurut kami bibit yang didatangkan dari Beltim kurang bagus jadi kami semai buat pembibitan dari bibit lokal alhamdullilah hasil pembibitan kami cukup baik,” ungkap Yandi.Sementara itu Yandi ketua KTH Padat Karya Mutiara Laut menambahkan,” bibit untuk penanaman mangrove didatangkan dari Beltim, namun kami minta melakukan pembibitan sendiri karena menurut kami bibit yang didatangkan dari Beltim kurang bagus jadi kami semai buat pembibitan dari bibit lokal alhamdullilah hasil pembibitan kami cukup baik,” ungkap Yandi.

Komentar

News Feed