oleh

Ilegal Logging di Kawasan HKM Belantu Jaye Tanjung Rusa Membalong

-Berita, Daerah-86 views

Terkait pemberitaan Kayu Putih Jadi Polemik di salah satu media Online baru-baru ini, membuat pihak terkait harus meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, apalagi disinyalir berbau fitnah dengan kabar burung yang tersebar di masyarakat bahwa kegiatan pengembangan tanaman minyak Kayu Putih oleh PT. Sandeir Setia Brothers (PT. SSB) tersebut juga melakukan Ilegal Logging.

Menurut salah satu perwakilan dari PT.SSB yang tidak ingin disebutkan namanya, (Bg) mengaku bahwa kegiatan pengembangan pengembangan tanaman minyak Kayu Putih yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir ini adalah kegiatan yang sah dari kementerian terkait, dan itu dapat dibuktikan secara hukum dengan adanya surat dari Kementerian Kehutanan yang dimiliki oleh yang bersangkutan.

Terkait dengan aktifitas penebangan liar di wilayah HKM Belantu Jaye, Bg menjelaskan kepada awak media ini, kalau aktifitas (penebangan liar) itu diluar kami yang kebetulan sama-sama di wilayah HKM juga. Kami hanya sebatas menebang beberapa pohon kecil saja, maksudnya biar ada jarak untuk penanaman Tanaman Kayu Putih tersebut, namun disisi lain dari lokasi tersebut ternyata adanya aktifitas lain yang merusak hutan dengan menebang pohon-pohon besar untuk dibuat papan, hal ini ditemukan setelah Bg dan beberapa masyarakat menyusuri hutan tersebut, namun dilokasi hanya ditemukan hasil dari mesin chainsaw berupa papan, sementara orang yang menebangnya tidak ada, padahal sebelumnya suara dari mesin chainsaw tersebut sangat jelas dari kejauhan.

Sementara itu terkait permasalahan menyebarnya berita fitnah di masyarakat kalau yang melakukan penebangan liar itu adalah kelompok dari PT.SSB, Bg dengan tegas menepis kabar burung itu, dan berniat akan menuntut secara hukum orang yang menyebarkan fitnah di masyarakat tersebut, karena sudah mengakibatkan suasana yang tidak nyaman di desa Tanjung Rusa ini,
“Pihak kami sedang mengumpulkan beberapa bukti yang menguatkan bahwa berita ini dilakukan oleh oknum anggota HKM itu sendiri, mudah-mudahan dalam waktu dekat, akan kita proses secara hukum, biar eksesnya tidak sampai berlarut-larut kedepannya”, ungkap Bg.

Ketika dihubungi via Telepon Selular, Hendra Wiryo yang mengaku sebagai Ketua HKM Belantu Jaye, sudah tiga kali dihubungi namun tidak diangkat. Kemudian dicoba lagi dan sempat kontak bicara namun dia sedang rapat dan merasa kebingungan untuk diwawancara oleh wartawan.

Sementara itu Sahali Ketua RW 03 Dusun Nyurun ketika di hubungi untuk wawancara dari awak media ini via telepon, terkait dengan pernyataannya di salah satu media online tersebut, namun telepon selularnya tidak aktif.

Terkait dengan pernyataan sahali di median online itu, Bg membantah keras, “bagaimana mungkin kegiatan ini akan merugikan petani pencari madu hutan, sementara luasan yang baru dibuka untuk penanaman saat itu baru berkisar sekitar dua hektar saja, itu pun kita lakukan dengan cara tebang pilih, karena untuk batang-batang kecil yang biasa dihinggapi oleh lebah madu itu tidak kita tebang, apalagi batang yang besar dan sejauh ini kita membuka hutan kecil itu tidak ada satupun madu yang kita temukan di lokasi penanaman Kayu Putih tersebut.Terkait dengan pernyataan sahali di median online itu, Bg membantah keras, “bagaimana mungkin kegiatan ini akan merugikan petani pencari madu hutan, sementara luasan yang baru dibuka untuk penanaman saat itu baru berkisar sekitar dua hektar saja, itu pun kita lakukan dengan cara tebang pilih, karena untuk batang-batang kecil yang biasa dihinggapi oleh lebah madu itu tidak kita tebang, apalagi batang yang besar dan sejauh ini kita membuka hutan kecil itu tidak ada satupun madu yang kita temukan di lokasi penanaman Kayu Putih tersebut. ( Tim )

Komentar

News Feed