oleh

Penanaman Bibit Mangrove oleh KTH Gunung Duren Desa Pegantungan Gunakan Bibit yang Sebagian Besar adalah Propagul

-Berita, Daerah-12 views

Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) Mangrove yang merupakan salah satu program padat karya KLHK dan BRGM yang bertujuan untuk memulihkan lingkungan sekaligus pemulihan ekonomi, dimana masyarakat dilibatkan secara langsung (padat karya) sudah berjalan dan sebagian besar sudah hampir selesai penanamannya.

KTH Gunung Duren Desa Pengantungan Kecamatan Badau Kabupaten Belitung baru melaksanakan penanaman bibit mangrove sekitar dua mingguan dilahan seluas sekitar 27 hektar dan baru 19 hektar yang dilakukan penanaman.

Sekretaris KTH Gunung Duren Imron ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan,” penanaman bibit mangrove baru berjalan sekitar 2 mingguan dilahan 27 hektar yang sudah dilakukan penanaman baru sekitar 19 hektar, bibit mangrove yang ditanam didapat atau di beli dari masyarakat setempat dan dari tempat lain dengan harga 500 rupiah sampai harga 1200 rupiah, sementara ini bibit dari penyuluh belum ada, sedangkan pengerjaannya diborongkan tapi nilai bayarannya sesuai dengan bayaran per hari,” ungkap Imron

Sementara itu salah seorang anggota KTH Gunung Duren yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,” penanaman bibit mangrove disini baru berjalan sekitar dua mingguan informasinya cara prmbayarannya diborongkan perhektar Rp. 1.500.000,- dan untuk pemasangan unjar/kayu kecil kecil Rp. 1.500.000,- dikerjakan oleh 6 orang, sedangkan bibit mangrove diperoleh atau di beli dari masyarakat yang mencari di wilayah Desa Pengantungan dan tempat-tempat lainnya dengan harga sekitar 500 rupiah perbibit,” ungkapnya

Kades Desa Pegantungan Ahid ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan,” disituasi Corona saat ini, dengan adanya penanaman bibit mangrove oleh KTH Gunung Duren, ini membantu warganya mendapatkan penghasilan sementara waktu, saya selaku kepala Desa mendukung penuh program dari pusat semoga penanaman bibit mangrove di wilayah Desa Pegantungan berhasil dan sukses,” jelas Ahid

Penanaman Bibit Mangrove oleh KTH Gunung Duren Desa Pegantungan Gunakan Bibit yang Sebagian Besar adalah Propagul Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) Mangrove yang merupakan salah satu program padat karya KLHK dan BRGM yang bertujuan untuk memulihkan lingkungan sekaligus pemulihan ekonomi, dimana masyarakat dilibatkan secara langsung (padat karya) sudah berjalan dan sebagian besar sudah hampir selesai penanamannya. KTH Gunung Duren Desa Pengantungan Kecamatan Badau Kabupaten Belitung baru melaksanakan penanaman bibit mangrove sekitar dua mingguan dilahan seluas sekitar 27 hektar dan baru 19 hektar yang dilakukan penanaman. Sekretaris KTH Gunung Duren Imron ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan,” penanaman bibit mangrove baru berjalan sekitar 2 mingguan dilahan 27 hektar yang sudah dilakukan penanaman baru sekitar 19 hektar, bibit mangrove yang ditanam didapat atau di beli dari masyarakat setempat dan dari tempat lain dengan harga 500 rupiah sampai harga 1200 rupiah, sementara ini bibit dari penyuluh belum ada, sedangkan pengerjaannya diborongkan tapi nilai bayarannya sesuai dengan bayaran per hari,” ungkap Imron Sementara itu salah seorang anggota KTH Gunung Duren yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,” penanaman bibit mangrove disini baru berjalan sekitar dua mingguan informasinya cara prmbayarannya diborongkan perhektar Rp. 1.500.000,- dan untuk pemasangan unjar/kayu kecil kecil Rp. 1.500.000,- dikerjakan oleh 6 orang, sedangkan bibit mangrove diperoleh atau di beli dari masyarakat yang mencari di wilayah Desa Pengantungan dan tempat-tempat lainnya dengan harga sekitar 500 rupiah perbibit,” ungkapnya Kades Desa Pegantungan Ahid ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan,” disituasi Corona saat ini, dengan adanya penanaman bibit mangrove oleh KTH Gunung Duren, ini membantu warganya mendapatkan penghasilan sementara waktu, saya selaku kepala Desa mendukung penuh program dari pusat semoga penanaman bibit mangrove di wilayah Desa Pegantungan berhasil dan sukses,” jelas Ahid Dari pantauan kamera awak media ini sebagian besar bibit yang ditanam adalah propagul, dan hanya beberapa orang saja yang kerja dilokasi, mungkin karena memakai system borongan dalam pengerjaannya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah biaya bibit yang jauh di bawah RAB berkisar Rp. 2800/bibit, dan kalua itu yang menjadi sasaran nya adalah padat karya, namun pelaksanaannya dilakukan dengan sistem borongan.Dari pantauan kamera awak media ini sebagian besar bibit yang ditanam adalah propagul, dan hanya beberapa orang saja yang kerja dilokasi, mungkin karena memakai system borongan dalam pengerjaannya. Yang menjadi pertanyaan besar adalah biaya bibit yang jauh di bawah RAB berkisar Rp. 2800/bibit, dan kalua itu yang menjadi sasaran nya adalah padat karya, namun pelaksanaannya dilakukan dengan sistem borongan. ( Tim )

Komentar

News Feed