oleh

Penanaman Tumok (Bruguiera,spp) Di Desa Tanjung Rusa Dengan Nilai Sekitar 1 M, Diduga Penuh Rekayasa

-Berita, Daerah-347 views

Sangat disesalkan Program PEN Mangrove BRGM 2021 di desa Tanjung Rusa Kec. Membalong Kab. Belitung yaitu Penanaman Tumok dilahan seluas 50 hektar dikerjakan asal asalan dengan merusak Lumnitzera littorea (Teruntum Merah) dan Lumnitzera racemosa (Teruntum Putih) untuk pembuatan kotak penanaman bibit Tumok, sementara itu oknum pendamping pekerjaan dari Dinas Terkait yang jelas jelas mengetahui tutup mata membiarkan kerusakan terjadi dilapangan ( Selasa 11/01/2022 )

Suradi Alias Dadi Ketua Kelompok KSM Tanjung Rusa Mandiri Ketika wawancara dengan wartawan mengatakan,” penanaman Tumok itu di lahan seluas 50 hektar, dilapangan kami buat 5 kelompok karena anggotanya banyak, jadi nilai proyek diperkirakan 1 hektar 19 jutaan, dalam melakukan penanaman Tumok di buat persegi dalam satu kotak 25 rumpun, 200 kotak, bibitnya beli dari orang dinas yaitu ibu ER dan ibu DI, pancang yang digunakan untuk setiap kotak kita gunakan batang gelam, tidak boleh pakai kayu truntum karena itu dilindungi, bibit yang disiapkan sebanyak 250.000 bibit, harga bibit kalau nggak salah 2.500 rupiah, setelah bibit datang langsung dibawa kelokasi, bibit dalam polibek, saya hanya tahu dengan Ibu ER dengan Ibu DI, karena pendamping pekerjaan ibu ER, mengenai bibit, bibit datang baru dibayar, mengenai upah Ketua dibayar perhari sesuai HOK, ” ungkap Dadi

Sementara itu Ketua LSM Lintar Belitung Ali Hasmara mengatakan,” Kegiatan penanaman mangrove program PEN Mangrove BRGM 2021 di desa Tanjung Rusa diduga mengalami cacat berdasarkan upaya konservasi yang disuarakan oleh KLHK RI. Dimana kegiatan tersebut menggunakan kayu hidup dari tumbuhan langka yang mengalami penurunan populasi baik di Indonesia maupun di Dunia diantaranya Lumnitzera littorea (Teruntum Merah) dan Lumnitzera racemosa (Teruntum putih). Berdasarkan investigasi lapangan pada tanggal 11 Januari 2022, Kayu hidup yang ditembang dari kedua spesies tumbuhan tersebut digunakan dalam pembuatan kotak penanaman sebagai penanda bahwa terdapat bibit dari bakau Burguirea spp sebagai bibit bakau yang ditanam. Akan tetapi saat dijumpai dilapangan, beberapa kotak justru bibit yang ditanam tampak mati, bahkan ada kotak yang tidak ditanam bibit Burguirea spp sama sekali, kemudian juga tampak terdapat kotak penanda yang sengaja diletakkan pada bibit-bibit Burguirea spp yang tumbuh secara alami. Sungguh sangat disayangkan padahal kegiatan penanaman ini baru saja selesai di bulan Desember 2021 kemarin, dan dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Indonesia untuk kegiatan PEN BRGM Mangrove 2021 ini tidak sedikit, setidaknya hampir 1 Miliyar untuk wilayah penanaman dengan area luasan 50 hektar penanaman,” ungkap Ali

” Kegiatan Rehabilitas mangrove di Desa Tanjung Rusa Kecamatan Membalong tahun 2021 dengan jenis tanaman Bruguera,sp ( Tumok ) yang di laksanakan oleh Kelompok KSM Tanjung Rusa Mandiri diduga asal asalan dan tentunya diduga oknum pendamping dari dinas terkait tutup mata membiarkan kelompok tersebut melaksanakan pekerjaan sembarangan dengan merusak Lumnitzera littorea (Teruntum Merah) dan Lumnitzera racemosa (Teruntum Putih) untuk pembuatan kotak penanaman bibit Tumok tersebut, rencananya kami akan membuat Laporan resmi ke Pusat dan pihak berwajib untuk melakukan tindakakan tegas sesuai undang undang karena melakukan pekerjaan dengan di biayai oleh Negara tapi plaksanaannya Aburadul,” tegas Ali ( Tim )

Komentar

News Feed