oleh

Klarifikasi Pemberitaan Kegiatan PEN Mangrove BRGM “ Rencana Kegiatan PEN Mangrove Tahun 2022 DI Batalkan “

-Berita, Daerah-326 views

Kegiatan PEN Mangrove merupakan respon kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN), serta untuk mendukung kebijakan keuangan negara. Salah satu program PEN di bidang lingkungan hidup dan kehutanan diterjemahkan dalam program Padat Karya Percepatan Rehabiiltasi Mangrove

Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PK PRM) ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat di sekitar ekosistem Mangrove dan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional, melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktifitas yang dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat serta ekosistem mangrove

Pelaksanaan PK PRM di bawah tanggung jawab Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan BPDASHL Baturusa Cerucuk membantu dalam proses penyaluran anggaran kegiatan nya, serta pada tingkat tapak didasarkan pada Rancangan Teknis Sederhana dan dalam pelaksanaannya dilakukan perjanjian kerja sama antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas/KTH/KUPS).

Pelaksanaan Kegiatan Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PRM) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditargetkan seluas 3.400 ha dan telah dilaksanakan oleh 114 Kelompok Masyarakat, dan untuk Pulau Belitung seluas  2.460 ha, dengan sebaran lokasi sebagai berikut :

Total luas dan jumlah kelompok masyarakat pelaksana kegiatan PEN PRM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah dikerjakan seluruhnya (100%).

Selanjutnya sesuai amanat Rencana Opersional (Renops) kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) dilengkapi dengan disusunnya Rancangan Teknis sederhana sebagai panduan pada proses penanamannya, terutama penetapan Peta lokasi kegiatan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Tata waktu/ jadwal kegiatan maupun Pola penanamannya

Untuk pola penanaman terdapat 2 (dua) pola yang dipilih kelompok masyarakat (pokmas) yaitu Pola Intensif dengan menanam sebanyak 3.300 batang/ha ( 1 X 3 m) dan Pola Rumpun Berjarak dengan menanam sebanyak 5.000 batang/ha (200 rumpun @ 25 batang/rumpun)

Sebagaimana di amanatkan dalam Pedoman Rencana Operasional bahwa penyediaan bibit untuk keperluan penanaman dapat diperoleh dari antara lain (1) pembuatan bibit,    (2) pemanfaatan bibit yang sudah tersedia di masyarakat, dan atau (3) pengumpulan benih mangrove.

Kemudian untuk pembiayaan kegiatan terbagi menjadi 2 (dua) mekanisme yaitu (1) bahan dan peralatan berupa bibit, ajir, papan nama dan bahan pelindung tanaman yang langsung ditransfer ke rekening Pokmas sebagai managemen pelaksana kegiatan dan (2) pembayaran upah (HOK) langsung ditransfer ke rekening setiap anggota Pokmas (account to account).

Dalam optimalisasi pelaksanaan kegiatan ditunjuk Koordinator Lapangan (Korlap) pada setiap kabupaten/ kota dan Pendamping Desa pada setiap desa/ tapak yang ditetapkan oleh BRGM, diharapkan mampu memonitor pelaksanaan kegiatan di lapangan baik aspek administrasi maupun progress fisik penanaman.

Selanjutnya dalam rangka akuntabilitas pelaksanaan kegiatan maka dilakukan pendampingan oleh Tim Inspektorat Jendera KLHK dan Tim BPKP Pusat secara bertahap sejak awal kegiatan.

Demikian, klarifikasi yang kami sampaikan sebagai surat jawab pada pemberitaan online yang diterbitkan, terima kasih

Pangkalpinang, 7 Februari 2021

Pejabat Pembuat Komitmen,

PEN BRGM Tahun 2022

Maman Sudirman, S.Hut, M.M

Komentar

News Feed