oleh

Tidak Ada Toleransi, Rencana Kegiatan PEN Mangrove 2022 Dibatalkan, Penegak Hukum Usut Tuntas PEN Mangrove 2021

-Berita, Daerah-563 views

Ali Hasmara Ketua LSM LINTAR Belitung kepada awak media mengatakan,” Kegiatan PEN seluas sekitar 2.449 Hektar tersebar di wilayah Belitung dan Belitung Timur yaitu di Belitung sekitar 1.041 hektar dan di Belitung Timur 1.408 Hektar diduga 80 % bermasalah, Jadi kalau menurut saya rencana kegiatan tersebut untuk tahun 2022 harus di batalkan, karena awalnya untuk percepatan rehabilitasi mangrove dan membantu masyarakat untuk pemulihan ekonomi, diduga di jadikan ajang bancakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan permasalahan sebenarnya bukan dari kelompok, tetapi diduga ada ikut campur aktor intelektual dalam pemotongan anggaran tersebut dimuka dan diduga bekerja sama dengan oknum ketua kelompok, sehingga setiap kelompok yang seharusnya mendapatkan dana lebih untuk keperluan kelompok akhirnya tidak bisa menikmatinya, dan justru yang menikmati dana tersebut diduga oknum aktor intelektual, oknum ketua dan oknum dinas tertentu.

” Saya bicara sesuai apa yang saya dengar dan lihat dilapangan, semua ini bisa dibuktikan kalau penegak hukum mau benar-benar menindak lanjut kasus ini sampai tuntas dan saya berharap BPKP propinsi Babel dan BPKP pusat segera bertindak turun langsung ke lapangan, kami dari LSM dan beberapa wartawan online serta media harian akan membantu dilapangan jadi tidak ada dusta diantara kita, untuk menghitung kalau kalau ada kerugian negara,” ungkap Ali

” Kita ambil contoh aja seandainya di salah satu wilayah dengan luas penanaman mangrove sekitar 1408 hektar terbagi di 41 kelompok di beberapa desa, kalau satu hektar nilainya Rp. 19.885.000 jadi 1.408 Hektar nilai dananya mencapai Rp. 27.998.080.000 (hampir 28 Milyar ini untuk satu wilayah) dipotong untuk biaya pembelian bibit seluas 1408 Hektar kalau dalam satu hektar 5000 bibit, jadi membutuhkan bibit sekitar 7.040.000 bibit, kalau sesuai RAB harganya Rp.2.800,- jadi 7.040.000 x 2800 = 19.712.000.000 (ini kalau pembelian bibit sesuai RAB), sisa dananya untuk pembayaran upah, dll Rp. 8.286.080.000,- tapi kalau pembelian bibit tidak sesuai RAB ? dibeli dari harga 500 rupiah sampai 1500 rupiah, diambil dengan harga beli 1500 masih ada kelebihan dana 1300 rupiah per bibit Jadi 1300 x 7.040.000 = 9.152.000.000 nah kalau seandainya masih ada lebih dana itu kemana ? kalau dana itu ada dan terbagi pada kelompok-kelompok maka dana ratusan juta untuk pemberdayaan kelompok, wah mantab, tapi kalau dana itu tidak ada di kelompok kemana raibnya dana tersebut ? ini semua bisa terungkap Kalau semua ketua kelompok, bendahara, di lakukan pemeriksaan, akan ketahuan Siapa aktor intelektual yang mengendalikan oknum oknum ketua kelompok dengan diduga diiming- imingi mendapatkan hadiah motor NMX,PCX, dll, sehingga dana kelebihan lainnya bisa diambil oleh aktornya untuk berbagi dengan oknum oknum Dinas terkait,” jelas Ali ( Tim )

Komentar

News Feed