oleh

Kejari Belitung Jalin Sinergi Dengan KSOP Dan Pelindo Tanjungpandan

Belitung Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung melalui Seksi Intelijen telah berhasil lakukan pengawasan dan pengawalan serta pengamanan program tata tata kelola pelabuhan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tanjungpandan dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional Cabang Tanjungpandan. Kasi Intelijen Kejari Belitung, Anggoro sampaikan bahwa pengawalan tersebut dalam rangka membenahi dan mengoptimalkan Tata Kelola Kepelabuhan terkait kepastian waktu sandar kapal dan bongkar muat barang yang dapat menghambat kelancaran distribusi barang khususnya sembako di hari Bulan Suci Ramadahn tahun ini. “Melalui Pelabuhan Tanjungpandan Kejari selalu pantau baik dalam.hal pengawasan, pengawalan serta mengoptimalkan tata kelola kepelabuhan, sehingga menjadi semakin efisien baik dari segi waktu dan biaya, serta dapat memininalisir naiknya harga barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Belitung dan sekitarnya,” terangnya kepada awak media, Kamis (7/4/2022).

Sejak November tahun 2021, dalam rangka peningkatan optimalisasi kinerja/produktivitas/performansi kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpandan, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tanjungpandan dan PT Pelabuhan Indonesia Regional Cabang Tanjungpandan, telah melaksanakan pemberlakukan sistem sandar dan bongkar muat (Berthing Windows) yang mencakup kesepakatan dengan para pengguna jasa kepelabuhan. “Kita sudah berlakukan System Berthing Window sejak November tahun kemarin, seperti DPC Asosiasi Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) Belitung, DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Belitung, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Tanjungpandan, para perusahaan pelayaran/Shipping Agent dan pemilik barang/gudang Cargo Owner terkait kepastian pelayan sandar kapal dan kegiatan bongkar muat di dermaga Pelabuhan yang akan disesuaikan dengan jumlah barang yang dimuat dalam kapal, dengan mempertimbangkan dari berbagai sisi indikator kinerja.” Sebut Anggoro. Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tanjungpandan dan PT Pelabuhan Indonesia Regional Cabang Tanjungpandan, sebelum dilakukan penataan terkait “Berthing Windows” di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan sampai dengan bulan Desember 2021 masih terdapat kurang lebih sekitar 75 % pengguna jasa kepelabuhan yanh belum mengikuti standar bongkar muat mengikuti system berthing windows tersebut. “Sehingga perlu optimalisasi kinerja/produktivitas/performansi kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpandan yang masih belum dapat optimal dan berpotensi dapat menyebabkan terhambatnya distribusi barang, baik kebutuhan pokok maupun lainya yang masuk ke wilayah Kabupaten Belitung dan sekitarnya,” ungkap Kasi Intelijen. Namun hingga saat ini dikatakannya telah terdapat peningkatan yang signifikan terkait kegiatan sandar dan bongkar muat di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan. Dimana per Februari tahun 2022 sudah sekitar 95% pengguna jasa kepelabuhan yang telah mengikuti standar kinerja sandar dan bongkar muat (berthing windows) yang ditetapkan di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan. Harapannya semua itu akan berdampak pada peningkatan kelancaran kinerja/produktivitas/performansi dan kelancaran kegiatan bongkar muat barang melalui pelabuhan Tanjungpandan Kabupaten Belitung. “Semoga penerapan berthing window tersebut dapat membantu mengatasi kelangkaan barang kebutuahan pokok dan lainnya yang didatangkan dari luar Belitung dan mampu menstabilkan harga barang di pasaran, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Belitung dan sekitarnya,” Tambah Anggoro. (Tim)Optimalkan Pengawalan, Kejari Belitung Jalin Sinergi dengan KSOP dan Pelindo Tanjungpandan

Star7tv.com, Belitung

Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung melalui Seksi Intelijen telah berhasil lakukan pengawasan dan pengawalan serta pengamanan program tata tata kelola pelabuhan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tanjungpandan dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional Cabang Tanjungpandan.

Kasi Intelijen Kejari Belitung, Anggoro sampaikan bahwa pengawalan tersebut dalam rangka membenahi dan mengoptimalkan Tata Kelola Kepelabuhan terkait kepastian waktu sandar kapal dan bongkar muat barang yang dapat menghambat kelancaran distribusi barang khususnya sembako di hari Bulan Suci Ramadahn tahun ini.

“Melalui Pelabuhan Tanjungpandan Kejari selalu pantau baik dalam.hal pengawasan, pengawalan serta mengoptimalkan tata kelola kepelabuhan, sehingga menjadi semakin efisien baik dari segi waktu dan biaya, serta dapat memininalisir naiknya harga barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Belitung dan sekitarnya,” terangnya kepada awak media, Kamis (7/4/2022).

Sejak November tahun 2021, dalam rangka peningkatan optimalisasi kinerja/produktivitas/performansi kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpandan, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tanjungpandan dan PT Pelabuhan Indonesia Regional Cabang Tanjungpandan, telah melaksanakan pemberlakukan sistem sandar dan bongkar muat (Berthing Windows) yang mencakup kesepakatan dengan para pengguna jasa kepelabuhan.

“Kita sudah berlakukan System Berthing Window sejak November tahun kemarin, seperti DPC Asosiasi Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) Belitung, DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Belitung, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Tanjungpandan, para perusahaan pelayaran/Shipping Agent dan pemilik barang/gudang Cargo Owner terkait kepastian pelayan sandar kapal dan kegiatan bongkar muat di dermaga Pelabuhan yang akan disesuaikan dengan jumlah barang yang dimuat dalam kapal, dengan mempertimbangkan dari berbagai sisi indikator kinerja.” Sebut Anggoro.

Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Tanjungpandan dan PT Pelabuhan Indonesia Regional Cabang Tanjungpandan, sebelum dilakukan penataan terkait “Berthing Windows” di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan sampai dengan bulan Desember 2021 masih terdapat kurang lebih sekitar 75 % pengguna jasa kepelabuhan yanh belum mengikuti standar bongkar muat mengikuti system berthing windows tersebut.

“Sehingga perlu optimalisasi kinerja/produktivitas/performansi kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpandan yang masih belum dapat optimal dan berpotensi dapat menyebabkan terhambatnya distribusi barang, baik kebutuhan pokok maupun lainya yang masuk ke wilayah Kabupaten Belitung dan sekitarnya,” ungkap Kasi Intelijen.

Namun hingga saat ini dikatakannya telah terdapat peningkatan yang signifikan terkait kegiatan sandar dan bongkar muat di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan.

Dimana per Februari tahun 2022 sudah sekitar 95% pengguna jasa kepelabuhan yang telah mengikuti standar kinerja sandar dan bongkar muat (berthing windows) yang ditetapkan di dermaga Pelabuhan Tanjungpandan.

Harapannya semua itu akan berdampak pada peningkatan kelancaran kinerja/produktivitas/performansi dan kelancaran kegiatan bongkar muat barang melalui pelabuhan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

“Semoga penerapan berthing window tersebut dapat membantu mengatasi kelangkaan barang kebutuahan pokok dan lainnya yang didatangkan dari luar Belitung dan mampu menstabilkan harga barang di pasaran, sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Belitung dan sekitarnya,” Tambah Anggoro. (Tim)

Komentar

News Feed