infolintar.com – Belitung – Kepala Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, bersama rombongan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Beregong melakukan kunjungan studi tiru ke kebun Ketahanan Pangan BUMDes Mufakat Sejahtera, Desa Air Merbau, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (21/1/2026).
Kunjungan tersebut disambut hangat dan penuh keakraban oleh perangkat desa serta pengurus BUMDes Mufakat Sejahtera. Suasana harmonis terlihat sejak awal pertemuan, mencerminkan semangat kolaborasi antar-desa dalam penguatan ekonomi masyarakat.
Studi tiru ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas pengelola BUMDes dalam mengembangkan unit usaha desa, khususnya di sektor ketahanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kerja sama antar-desa.
Kegiatan berlangsung di pondok kebun ketahanan pangan BUMDes Mufakat Sejahtera. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau langsung pengelolaan kebun pisang serta peternakan bebek petelur yang menjadi salah satu unit usaha unggulan BUMDes Desa Air Merbau.
Kepala Desa Kurnia Jaya, Dju’an, mengatakan kunjungan ini dimanfaatkan sebagai ajang berbagi ilmu dan pengalaman, terutama terkait pemeliharaan ternak bebek petelur yang selama ini dinilai belum memberikan hasil maksimal.
“Untuk ternak bebek sebenarnya sudah berjalan cukup baik, namun hasil produksi telur belum maksimal. Itu yang menjadi pertanyaan bagi kami. Karena itu, kami datang ke sini untuk belajar apa saja yang menjadi kekurangan dalam penanganan bebek petelur,” ujar Dju’an
Ia menambahkan, dari hasil kunjungan tersebut pihaknya mendapatkan banyak masukan yang akan dijadikan bahan evaluasi guna memperbaiki pola pemeliharaan ternak bebek di Desa Kurnia Jaya.
“Alhamdulillah, di sini kami mendapat gambaran yang jelas terkait cara pemeliharaan bebek petelur. Ke depan, kami akan mengubah pola pemeliharaan dan melakukan evaluasi agar hasilnya bisa lebih maksimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur BUMDes Beregong Desa Kurnia Jaya, Dina, menjelaskan bahwa sistem pemeliharaan bebek petelur yang diterapkan saat ini masih menggunakan sistem umbar dengan lokasi kandang yang berbatasan langsung dengan kawasan bakau.
“Bebek petelur kami dipelihara dengan sistem umbar, namun tetap disediakan tempat untuk berkumpul kembali. Jumlahnya ada ratusan ekor. Namun karena lokasi kandang berbatasan dengan bakau, kemungkinan ada beberapa faktor yang menyebabkan produksi telur belum sesuai harapan,” ungkap Dina.
Ia berharap, melalui studi tiru ini, pihaknya dapat menerapkan sejumlah saran dan masukan yang diperoleh dari BUMDes Mufakat Sejahtera untuk meningkatkan produktivitas ternak.
“Setelah melihat langsung dan berbagi pengalaman di kandang bebek petelur BUMDes Mufakat Sejahtera, ada beberapa hal yang bisa kami coba praktikkan. Semoga studi tiru ini bisa memotivasi kami untuk terus berbenah dan semangat mengembangkan BUMDes,” tambahnya.
Direktur BUMDes Mufakat Sejahtera Desa Air Merbau, Ali Hasmara, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan usaha ternak bebek petelur terletak pada pengelolaan kandang, pakan, dan kebersihan lingkungan.
“Mulai dari kandang dan pakan harus benar-benar diperhatikan. Di sini kami menerapkan konsep kandang kering agar kesehatan bebek tetap terjaga,” jelas Ali.
Menurutnya, meski usaha ternak bebek petelur tersebut baru berjalan sekitar dua bulan, hasil yang diperoleh sudah cukup menggembirakan dan mampu membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk pakan, kami menggunakan pakan pabrik khusus dedak petelur, ditambah pakan alternatif dari tanaman azolla yang kami tanam di wadah berisi air sebagai pakan tambahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kurnia Jaya bersama Direktur BUMDes Beregong juga berkesempatan melakukan panen telur di kandang bebek petelur BUMDes Mufakat Sejahtera.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi bersama sebagai simbol persahabatan serta komitmen kedua BUMDes untuk saling mendukung dan memajukan perekonomian desa melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan.

