infolintar.com – Beltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying menyikapi kendala ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan bukan disebabkan oleh gangguan pasokan secara permanen. Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Beltim, Kamarudin Muten.
“Mohon kepada masyarakat Beltim jangan sampai panic buying. Kami pastikan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi disebabkan keterlambatan kapal pengangkut BBM masuk ke pulau Belitung beberapa hari yg lalu sehingga berdampak pada keterlambatan distribusi BBM ke wilayah Beltim. Namun saat ini kami pastikan bahwa kondisi stok sudah normal,” himbau Kamarudin.
Ia menjelaskan bahwa kondisi panic buying yang dilakukan oleh masyarakat dikhawatirkan dapat mempercepat habisnya stok barang, menyulitkan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan, menimbulkan antrean panjang dan keresahan serta mengganggu stabilitas distribusi BBM di wilayah Beltim.
“Sebagai langkah antisipasi, kami bersama pihak terkait telah mengambil tindakan cepat dengan melakukan penambahan kuota BBM hingga dua kali lipat untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi setelah distribusi kembali normal. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah terjadinya kekosongan BBM di SPBU,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, serta tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas di lapangan. Pemerintah memastikan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait agar distribusi BBM dapat berjalan lancar.
Pemkab Beltim berkomitmen memberikan informasi yang transparan dan meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (Ts)

Komentar