Diduga Jual 3 Ton Solar Subsidi ke KM Kamelia, Acok Akui Transaksi Rp9.000 per Liter

infolintar.com – Belitung – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat di kawasan Pelabuhan Pasar Ikan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

‎Berdasarkan hasil penelusuran wartawan, diduga terjadi transaksi penjualan sekitar tiga ton solar bersubsidi kepada kapal kayu **KM Kamelia** dengan harga Rp9.000 per liter.

‎Saat dikonfirmasi pada Minggu (15/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, seorang pria yang dikenal dengan nama Acok mengakui telah menjual solar tersebut kepada KM Kamelia.

‎”Memang benar saya yang jual, harganya Rp9.000 per liter kepada KM Kamelia, sekitar tiga ton,” ujar Acok.

‎Sementara itu, seorang pria yang mengaku sebagai pemilik KM Kamelia bernama Andi juga membenarkan bahwa kapalnya membeli solar dari Acok dengan harga Rp9.000 per liter.

‎Hingga berita ini diterbitkan, KM Kamelia masih terlihat bersandar di Pelabuhan Pasar Ikan Tanjung Pandan. Menurut pengakuan Andi, kapal tersebut dijadwalkan berangkat melaut pada keesokan harinya.

‎Menanggapi dugaan transaksi tersebut, tokoh masyarakat Belitung, Oktoris Candra, yang diwawancarai pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti informasi tersebut.

‎”Jika dugaan pembelian dan penjualan solar subsidi itu benar terjadi, maka aparat penegak hukum harus segera bertindak. Kapalnya masih berada di Pelabuhan Pasar Ikan sehingga proses pemeriksaan dapat segera dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Oktoris Candra.

‎Ia juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun masyarakat yang berhak menerima subsidi.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai dugaan transaksi tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.

Author: Alihaz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *