infolintar com – Belitung Timur – Ketidakstabilan harga timah dinilai berdampak besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya para penambang di Kabupaten Belitung Timur. Sebagian besar masyarakat di daerah tersebut masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertambangan timah sehingga fluktuasi harga sangat memengaruhi penghasilan mereka.
Salah seorang penambang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, aktivitas menambang selama ini menjadi pilihan utama karena dianggap lebih mudah memperoleh penghasilan dibandingkan pekerjaan lainnya.
”Siang kami bekerja menambang, malam hasilnya sudah bisa dijual dan menjadi uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk makan. Kami sangat berharap ada kepastian harga timah yang sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan hidup yang terus meningkat,” ujarnya kepada awak media.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada Minggu (5/7/2026), dampak tidak menentunya harga timah juga dirasakan para pelaku usaha, termasuk pemilik rumah makan di wilayah Belitung Timur.
Seorang pemilik rumah makan yang juga meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku jumlah pelanggan mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
”Sebelumnya warung makan kami hampir setiap hari ramai oleh para penambang timah. Namun sejak harga timah tidak menentu, pembeli jauh berkurang. Pendapatan kami ikut turun,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertambangan timah masih menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat di Belitung Timur. Ketika pendapatan penambang menurun, dampaknya langsung dirasakan oleh berbagai sektor usaha lainnya.
Ia berharap harga timah dapat kembali stabil dan membaik sehingga daya beli masyarakat meningkat serta perekonomian di Belitung Timur maupun Belitung dapat kembali bergairah.
”Harapan kami, harga timah bisa kembali naik dan stabil seperti sebelumnya agar ekonomi masyarakat, terutama para penambang dan pelaku usaha kecil, kembali pulih,” tutupnya.(Sukardi)
