infolintar.com – Belitung – Dugaan kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SDN 23 Desa Air Saga, Kabupaten Belitung, sejumlah siswa mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyebab pasti kejadian ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM Kabupaten Belitung, Senin 4/5/2026.
Kepala SDN 23 Air Saga, Apripayadi, S.Pd, menjelaskan bahwa makanan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dan kemudian didistribusikan ke kelas-kelas menjelang waktu istirahat.
“Sekitar pukul 08.30 WIB anak-anak mulai istirahat dan makanan dibagikan ke kelas. Namun, sekitar setengah jam kemudian, beberapa siswa mulai mengeluh mual dan muntah,” ujarnya.
Dari total 247 siswa penerima MBG di sekolah tersebut, sebanyak 27 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan, sementara 10 siswa harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di Puskesmas Air Saga, dalam kondisi yang dianggap cukup mengkhawatirkan. Mereka kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Air Saga untuk mendapatkan penanganan medis.
“Anak-anak terlihat pucat, berkeringat, dan kami tidak berani mengambil risiko. Karena kondisi mendesak, kami langsung membawa mereka ke puskesmas tanpa menunggu persetujuan orang tua,” tambahnya.
Adapun menu MBG yang disajikan pada hari itu terdiri dari nasi putih, sayur wortel tumis, lauk berbahan olahan ayam (nugget stik), serta susu kedelai.
Kepala Puskesmas Air Saga, dr. Rini, membenarkan bahwa pihaknya menangani sejumlah siswa dari SDN 23 dan SDN 7 Air Saga. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut.
“Kami sudah menangani siswa yang mengalami gejala, tetapi untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM Belitung yang saat ini sedang melakukan uji laboratorium,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Air Saga, Ikhsan Cahya Utama, menyatakan bahwa proses pengolahan dan distribusi makanan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
“SPPG Air Saga mulai beroperasi sejak Januari 2026. Proses pengolahan MBG melibatkan lima tim, mulai dari persiapan, memasak, pengemasan, distribusi, hingga pencucian peralatan. Semua sudah berjalan sesuai prosedur,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak BPOM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung telah mengambil sampel makanan baik dari sekolah maupun dapur SPPG untuk diuji di laboratorium.
“Selama ini kami sudah tiga kali melakukan uji laboratorium dan hasilnya memuaskan. Untuk kejadian hari ini, kami masih menunggu hasil resmi dari BPOM,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.
