infolintar.com – Belitung Timur – Sebanyak 229 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tiga perguruan tinggi resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Senin (13/7/2026). Selama kurang lebih 40 hari ke depan, para mahasiswa akan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di 12 desa yang tersebar di lima kecamatan.
Mahasiswa peserta KKN berasal dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sebanyak 45 orang, Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 16 orang, serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sebanyak 168 orang.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Belitung Timur, Irsyadinnas, mengatakan para mahasiswa akan ditempatkan di Desa Selinsing, Gantung, Lenggang, Buding, Mentawak, Aik Madu, Kelubi, Bentaian Jaya, Kurnia Jaya, Buku Limau, Aik Kelik, Mempaya, dan Simpang Renggiang.
Menurut Irsyadinnas, kegiatan KKN kali ini tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga menggali berbagai potensi serta isu strategis yang ada di desa.
“Mahasiswa akan memperkuat kegiatan pengabdian sekaligus menggali isu dan potensi di tingkat desa. Kami berharap mereka dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan. Mahasiswa IPB akan fokus pada edukasi pertanian, sedangkan Unsoed akan lebih banyak berkolaborasi dengan pemerintah desa. Ini menjadi tahap awal penjajakan program,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap program KKN mampu menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi mampu menjadi problem seeker dengan mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat. Bahkan lebih baik lagi jika mereka dapat menjadi problem solver dengan menghadirkan solusi yang dapat diteruskan masyarakat setelah mereka kembali ke kampus,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa KKN IPB yang ditempatkan di Desa Buding, Yanuar Garda, mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur maupun pemerintah desa.
“Alhamdulillah kami dari IPB disambut dengan sangat baik oleh Pemerintah Beltim. Seluruh perangkat desa juga sangat terbuka menerima kami. Kami berharap program yang kami bawa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Yanuar.
Ia menjelaskan, kelompoknya telah menyiapkan sejumlah program yang difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, serta promosi pariwisata sesuai potensi yang dimiliki Desa Buding.
“Program kami bergerak di tiga bidang, yakni pertanian, UMKM, dan pariwisata. Kami ingin membantu memperkenalkan potensi Desa Buding kepada masyarakat yang lebih luas. Namun kami datang bukan untuk mengajari masyarakat, melainkan belajar bersama mereka. Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif agar seluruh program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bersama,” pungkasnya.
