Pertalite Eceran Menghilang, Warga Beltim Keluhkan Antrean Panjang di SPBU Ganggu Aktivitas Harian

infolintar.com – Beltim – Hilangnya penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite secara eceran dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengguna sepeda motor yang harus mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir seluruh SPBU di Belitung Timur dipadati antrean kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Antrean tersebut terjadi sejak pagi hingga siang hari.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Zaki, mengaku kesulitan setelah tidak lagi menemukan penjual Pertalite eceran.

“Biasanya saya jarang mengantre karena masih bisa beli Pertalite eceran. Sekarang harus mengantre di SPBU, padahal saya hanya mengisi sekitar dua liter. Kalau rumah dekat SPBU mungkin tidak masalah, tapi kalau jauh, kasihan juga. Baru isi dua liter, di perjalanan sudah hampir habis lagi,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, kondisi ini juga berpotensi menyulitkan pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.

“Anak-anak sekolah yang setiap pagi harus berangkat, apakah mereka harus mengantre dulu di SPBU? Rasanya tidak mungkin,” katanya.

Zaki berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama sehingga masyarakat kembali memiliki kemudahan memperoleh BBM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya berharap penjualan Pertalite eceran bisa kembali seperti biasa agar aktivitas masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, dapat berjalan lancar,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyebab berkurangnya atau tidak adanya penjualan Pertalite secara eceran di sejumlah wilayah Belitung Timur. Media ini masih berupaya meminta keterangan resmi dari pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan instansi berwenang, guna memperoleh penjelasan mengenai kondisi tersebut.(Sukardi)

Author: Alihaz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *